Kisah nabi Musa berjumpa Allah di bukit Tursina

Hikmah kisah nabi Musa

Kisah nabi Musa berjumpa Allah di bukit Tursina

kisah musa bertemu allah

Gambar: viva.co.id

Nabi Musa menjalani ritual? Sebuah ritual 40 malam untuk bertemu Allah?

Iya, nabi Musa pernah menjalani sebuah ritual selama 40 malam.

Sebuah ritual untuk mensusikan jiwa (tadzkiaytun nafsi). Ritual ini biasa di sebut sebagai proses tarekat.

 

Menjalani tarekat itu amat berat

Mengapa?

Karena dalam tarekat, harus meninggalkan dunia. meninggalkan dalam arti menahan diri dari kenikmatan dunia, kenyamanan, anak dan istri.

Saat seseorang ingin melakukan laku tarekat ini, sering sekali mereka dihadapkan pada halangan dan ujian. Begitu juga dengan Musa. Musa menghadapai berbagai macam ujian dan cobaan saat ingin dekat dengan Allah.

Tentu saja, iblis tidak akan  rela bila ada orang baik, soleh yang ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Walau begitu, Musa tetap semangat dan punya tekad bulat. Sebuah tekad dan cita cita bertemu Allah. Musa tinggalkan rutinitas, dia serahkan urusan kerja kepada saudaranya,  Harun.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

“Dan telah kami janjikan bagi Musa (memberikan Taurat) sesaudah berlalu masa 30 malam. Dan  kami sempurnakan jumlah malam itu dengan 10 (malam lagi). Maka sempurnalah waktu yang telah di tentukan oleh Tuhannya, yaitu masa 4 malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, Harun “Gantikanlah diriku (memimpin kaumku) dan perbaikilah dan janganlah engkau mengikuti jalan orang yang membuat kerusakan” (QS. Al A’raf: 142)

Baca juga Kisah nabi Nuh yang penuh ujian dan cobaan

Musa berjumpa dengan Allah

Musa berjumpa dengan Allah

 

 

Gambar: cyberaswaja.online

 

Selanjutnya dalam surat Al A’raf ayat 143 Allah menjelaskan  proses laku tarekat yang di jalani oleh Musa dalam rangka ingin bertemu denGan Allah.

Allah berfirman:

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan ketika Musa da tang (untuk munajat kepada kami)  pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan berfirman kepadanya, Musa berkata “Ya Tuhanku,  nampakkanlah (dirimu)kepadaku agar aku dapat melihatmu. Tuhan berfirman “Kamu tidak akan sanggup melihatku. tetapi lihatlah bukit itu, maka bila tetap di tempatnya (seperti sebelumnya) niscaya kamu akan bisa melihatku. Ketika Tuhan menampakkan diri pada gunung itu, gunung itu dijadikan hancur lebur dan Musa jatuh pingsan. Maka saat Musa telah sadar, dia berkata Maka suci engkau aku taubat kepadamu dan aku orang yang beriman pertama kali” (QS. l A’raf: 143)

 

Baca juga Kisah Yusuh yang sabar dan teguh menghadapi ujian dan godaan wanita

 

Awal awal, Musa sudah Allah karunia ruhiyah yang kuat dan tajam. Sehingga Musa mampu mendengar kalam Allah. Sebagaimana di gambarkan dalam ayat “Tuhan berfiman (langsung) kepadanya”.

Pada tingkatan ini, batin dan ruhani Musa mampu merasakan kahadiran Allah dekat dengan hatinya.

Walau begitu, Musa belum merasa puas. Musa belum puas juga. Dia masih ingin melihat zat Allah. Hal ini di gambarkan dalam ayat “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diriMu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”

Serta merta Allah menjawab permohonan Musa dengan berfirman “Kamu sekali kali tidak akan mampu melihatku… “

Musa pingsan. Ini adalah majaz dari perjumpaan Musa dengan Allah. Saat pingsan ini, seluruh dimensi kesadaran, rasional Musa hilang.  Pada kondisi seperti ini, lahirlah kesadaran ruhani yang tinggi. Musa menerima anugerah bagai kalbu malaikat yang selalu berdzikir dan membaca tasbih kepada Allah.

 

Kisah nabi Musa dengan Firaun

Kisah nabi Musa dengan Firaun

Gambar: kalamsindo

Pada suatu malam, Firaun bermimpi. Mimpi yang membuat Firaun sangat bikin dia risau, galau dan takut. Betapa tidak, dalam mimpinya, Firaun kehilangan mahkota kebanggan yang di pakainya.

Tanpa berfikir panjang, Firaun langsung memanggil ahli ramal terbaik di negerinya. Sang juru ramal memberi nasehat bahwa mimpi ini adalah pertanda kedudukan Firaun dalam ancaman serius. Akan lahir seorang bayi laki laki yang menghancurkan mahkota dan singgasananya.

Mendengar penuturan juru ramal ini, Firaun mengambil sikap tegas. Dia perintahkan seluruh pasukannya untuk membunuh setiap bayi laki laki yang lahir di negerinya tanpa ampun.

Sepasang suami istri punya anak usia 3 bulan. Dia sangat risau dan galau, kalau kalau anaknya anak di bantai oleh Firdaun dengan kejam.

Tiba tiba dia mendapat wangsit untuk menyembunyikan anaknya yang masih bayi dalam sebuah peti. Lantas peti itu di hanyutkan ke sungai Nil.

Simak juga Kisah hidup nabi Muhammad yang penuh denan teladan nyata

 

Dengan penuh rasa haru dan berat, orangtua sang bayi ini melepaskan putranya. Peti kecil berisi bayi mungil nan ganteng dan rupawan ini hanyut di sungai Nil.

Mereka sangat yakin dan percaya, putranya akan selamat dan mendapat pertolongan Allah. Peti kecil ini  pun hanyut dalam aliran sungai mengikuti kehendak Allah, Sang Pencipta.

Peti ini terus berjalan hanyut dengan arahan dan petunjuk dari sang maha Perkasa. Peti ini  berlabul ke istana Firaun.

Asiyah, istri Firaun punya kebiasaan mandi di sungai  Nil. Di mana aliran sungai Nil di atur sedemikian rupa hingga bisa masuk ke istana Asiyah.

Asiyah yang lama tidak punya anak, sangat rindu hadirnya seorang anak yang lucu dan imut imut dalam kehidupannya.

Tiba tiba sebuah peti kecil yang indah terlihat olehnya. Dia penasaran, apa gerangan isi peti itu. Serta merta dia perintakan pembantunya untuk memungut peti kecil ini dan membukanya.

Betapa berbinar binar matanya, saat melihat keajaiban di dalam peti ini. Dia melihat seorang bayi kecil, putih, bersih bercahaya. Dia ambil dan di gendongnya sang bayi dengan penuh kehangatan.

Asiyah merasakan bahagia tak terkira. Dia merasa hidup kembali. Betapa tidak, dia lama sekali menunggu hadirnya momentum seperti ini. Di mana dia bisa menggendong seorang bayi dengan leluasa.

Firaun sangat marah dan geram, mendengar kabar bahwa Asiyah menemukan bayi di aliran sungai Nil. Dia sangat yakin anak inilah yang kelak akan menghancurkan mahkota dan merebut kekuasannya.

Firaun berusaha merebut bayi ganteng dan tampan ini dari tangan Asiyah. Tapi apa boleh buat, Asiyah telah jatuh hati pada sang bayi penuh pesona ini. Dia rela di bunuh bersama bayi ini jika Firaun tetap ingin merebut kebahagiannya.

Sekejam kejamnya Firaun, dia tetap tunduk pada istrinya. Dia cinta dan sayang sama Asiyah. Maka Firaun tidak bisa berbuat banyak saat Asiyah menjadi pelindung dan tameng bagi bayi Musa ini.

Sesungguhnya, Allahlah yang menjadi tameng dan pelindung utama Musa, hingga dia bisa selamat dan hidup dalam istana Firaun.

Padahal,  di luar sana sedang terjadi pembantaikan besar besaran terhadap bayi laki laki demi memuaskan nasfu jahat Firaun.

Secara tidak langsung, Musa adalah anak angkat Firaun. Betapa tidak, Musa di besarkan di lingkungan istana Firaun. Musa di bimbing dan dididik oleh Asiyah penuh kasih sayang layaknya putranya sendiri.

 

Mujizat nabi Musa

mukjizat nabi musa

Gambar: salmanrusydieanwar

Ada 2 mukjizat Allah yang di berikan kapada nabi Musa. Yaitu tongkat yang bisa berubah jadi ulat dan tongkat yang mampu membelah lautan.

Ini adalah salah satu bentuk mukjizat yang Allah karuniakan pada para nabi dan rasulNya.

Di mana mukjizat ini adalah sebagai bukti kenabian dan kerasulan mereka.  Mukjizat juga Allah datangkan dalam rangka membungkam keras kapala dan sifat sombong kaumnya.

Suatu ketika, Firaun mengirim tukang sihir yang sakti dan kuat. Mereka oleh Firaun di perintahkan untuk melawan Musa.

Mengapa Firaun mengirim tukang sihir? Firaun ingin agar Musa menghentikan dakwahnya pada rakyat dan pengikutnya.

 

Tongkat Musa berubah jadi ular

Pada waktu yang sudah di tentukan, mereka bertemu di suatu tempat. Di tempat itu, di saksikan banyak sekali rakyat dan masyarakat jelata.

Para tukang sihir melempar tali yagn mereka megang. Tali tali yang awalnya biasa saja berubah jadi ular besar yang menakutkan.

Tali tali yang berubah jadi ular adalah ilmu sihir. Bagi orang awam, ini adalah sesuatu yang  luar biasa. Padahal, ini hanya tipu daya dan muslihat setan saja.

Nabi Musa berdoa kepada Allah agar Allah saja yang menjadi tempat berlindung dari segala bahaya.

 

Selanjutnya..

Allah perintahkan Musa melempar tongkat yang di pegangnya. Tongkat yang tadinya biasa saja kini berubah jadi seekor ular besar.

Ular Musa jauh lebih besar dari ular milik para  tukang sihir Firaun. Para tukang sihir Firaun mulai kuatir dan pucat pasi.

Mereka melihat Ular Musa bukan ular biasa, bukan ular jadi jadian, bukan ular hasil sihir. Tapi ulat Musa adalah ular sungguhan  yang menakutkan.

Tidak menunggu lama, ular nabi Musa langsung melibas dan memangsa ular sihir satu persatu tanpa sisa.

Firaun merasa kecut nyalinya. Dia berteriak pada tulang sihirnya agar mengeluarkan ular yang jauh lebih besar lagi agar bisa memangsa ulat Misa.

Dengan suara takut, para tukang sihir bilang bahwa ular Musa bukan ular sembarangan. Itu ular sungguhan.

Mereka bisa bilang begitu karena mereka bisa menilai. Mereka tau bahwa ular mereka hanyalah ulat main main. Ular yang tidak nyata. Ular hasil rekayasa dan tipuan mata belaka.

Tapi ular Musa, Ular yang sebenarnya. Mereka para tukang sihir Firaun bisa merasakan hadirnya kekuatan yang Maha Dahsyat. Mereka merasakan ada campur tangan dari kekuatan yang maha kuat, tanpa mereka bisa mengetahui siapa dia sesungguhnya.

Tanpa di minta,  para tukang sihir Firaun menyatakan beriman pada Musa. Mereka siap jadi pengikut setianya. Mereka siap membantu perjuangan Musa untuk menegakkan siar agama Allah di muka bumi ini.

 

Kisah nabi Musa membelah laut

Kisah nabi Musa membelah laut

Gambar: riautrust

Jamak di ketahui bahwa salah satu mukjizat nabi Musa adalah membelah lautan menjadi jalan.

BACA JUGA :   Kisah nabi Nuh yang penuh ujian keimanan

Nabi Musa di beri mukjizat membelah  lautan lewat perantaraan tongkat. Tentu semua semata mata karena ijin dan kehendak Allah.

Musa juga tidak tahu dan tak menyangka sama sekali kalau tongkat yang dia pegang bisa membelah lautan.

Jadi bukan tongkatnya yang ajaib dan sakti tapi karena ada kehendak Allah di sana. Bukankah ketika Allah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. Bila Allah berkehendak, semua akan terjadi tanpa ada yang bisa menghalangi.

Kisah keajaiban tongkat Musa berawal dari unjuk kekuatan antara Musa dan tukang sihir. Karena tukang sihir Musa keok dan kalah dalam adu tanding dengan Musa, Firaun marah besar.

Apalagi, para tukang sihir malah berbalik mendukung dan mengimani Musa.

Firaun tambah marah besar.

Firaun memberi perintah pada seluruh pasukannya untuk menangkap Musa dan seluruh pengikutnya.

Aslinya, Musa merasa tidak bersalah tapi karena yang dia hadapi adalah seorang raja  dan  pemimpin yang dholim, Musa pun memutuskan untuk pergi dari negeri bani Israil.

Musa mengajak seluruh pengikutnya untuk menyematkan diri. Bukan karena takut pada Firaun tapi untuk pergi dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.

Melihat Musa dan pengikutnya tidak mau menyerah. Bahkan, Musa lari mencari perlindungan. Firaun lantas mengadakan pengejaran.

Nabi Musa dan pengikutnya lari dan  berusaha mencari tempat yang aman.  Firaun dan bala tentaranya tidak mau Musa dan kaumnya lepas begitu saja. Mereka terus mengejar tanpa lelah.

Hingga ahirnya Musa dan pengikutnya sampai di tepi lautan. Bagi Firaun dan tentaranya,  ini adaalah tanda kemenangan. Mereka tersenyum puas. Tetapi di tengah situasi yang genting dan gawat ini, Musa pasrah dan berdoa kepada Allah.

Allah wahyukan kepada Musa untuk memukulkan tongkat yang di pegangnya ke laut. Dengan ijin Allah, maka laut yang semula menyatu kini terbelah jadi 2 bagian.

Laut ini membelah lebar dan nampak jalan di tengahnya. Tanpa berfikir lama, Musa dan pengikutnya langsung masuk ke jalan baru yang Allah siapkan.

Tidak tinggal diam, Firaun dan prajuritnya mengikuti Musa dari belakang penuh nafsu untuk menghancurkan.

Saat Musa dan umatnya sampai di tepi lautan seberang, Firaun dan bala tentaranya masih ada di tengah lautan.

Dengan seijin Allah, jalan yang lebar tiba tiba tertutup kembali oleh air laut. Maka Firaun dan seluruh tentaranya tenggelam tanpa sisa. Mereka mati tenggelam karena berani menentang Allah dan utusannya, Musa.

Allah menggambarkan peristiwa ini dalam Al Quran sebagai berikut:

وَجَٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS. Yunus: 90)

Maka Firaun dan pasukannya mati tenggelam di dasar lautan. Mereka mati hanya oleh air laut. Kegagahan dan keperkasaan mereka Allah hancurkan tanpa sisa tanpa bala tentara.

Tetapi ternyata, Firaun setelah mati tidak serta merta hancur tubuhnya. Allah selamatkan jasad Firaun hingga sekarang. Maka, bisa kita jumpai jasad Firaun di museum Mesir.

penyelamatan ini bukan untuk memuliakan Firaun tapi untuk diambil pelajaran bagi umat dan kaum yang hidup sesudahnya. Bahwa manusia tidak boleh ingkar kepada Allah, Tuhan yang Esa dan Maha Segalannya.

Firaun oleh Allah di hukum dan di siksa karena dia durhaka kepada Allah. Dia tidak mau menerima Allah sebagai Tuhannya. Bahkan, dia berani mengaku menjadi Tuhan.  Sebuah kebodohan yang nyata.

 

Kisah nabi Musa dan KhidirKisah nabi Musa dan Khidir

Gambar: thebellebrigade

“Di atas lagit masih ada langit”. Begitu pepatah bilang. Musa adalah salah satu nabi yang punya rasa ingin tahu sangat tinggi. Betapa tidak, satu satunya nabi yang ingin melihat Allah secara langsung hanyalah Musa.

Untuk melepaskan dahaga dan rasa ingin tau Musa, Allah perintahkan dia menemui seorang. Dia adalah seorang hamba Allah yang soleh, cerdas, dan taat kepada Allah. Tidak lain tidak bukan, dia adalah nabi Khidir Alaihissalam.

Nabi Khidir adalah salah satu hamba Allah yang oleh Allah di  karuniai hikmah dan ilmu pengetahun yang sangat luas.

Suatu ketika, Nabi Khidir mengajak Musa untuk melakukan perjalanan. Khidir berpesan pada Musa agar tidak pernah bertanya apapun selama dalam perjalanan kecuali dia menjelaskannya. Dengan semangat belajar tinggi, Musa menyanggupi syarat yang Khidir ajukan.

“Iya, aku siap. Aku tidak akan bertanya apapun dalam perjalanan” Jawab Musa meyakinkan.

 

Lanjut..

 

Perjalanpun di mulai..

 

Awal awal, Musa tetap konsiten, tidak tanya tanya

Saat mereka ada di pinggir pantai, tiba tiba Khidir melubangi sebuah perahu. Padahal, perahu itu masih bagus dan layak pakai. Musa pun bertanya “Mengapa engkau melubangi perahu itu”. tanya Musa

Khidir pun terdiam, tidak menjawab

Tiba tiba saat ada dalam perjalanan, Khidir melihat anak kecil. Tiba tiba saja, Khidir memegang anak ini dan membunuhnya.

Dengan perasaan penasaran, Musa kembali bertanya “Mengapa engkau bunuh anak kecil yang belum berdosa”

Saat masuk ke suatu perkampungan, tiba tiba Khidir melihat sebuah rumah tua yang mau roboh. Serta merta Khidir hendak memperbaikinya. Merasa tak kuat dengan tindakan khidir, Musa pun kembali bertanya “Mengapa engkau perbaiki rumah itu”

Lagi lagi , Musa tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya

“Bukankah aku sudah bilang, jangan banyak tanya”  Sanggah Khidir

Selanjutnya,  Khidir menjelaskan semua tindakan yang dia lakukan.

pertama, Khidir melubangi sebuah perahu. Dengan ilmu dan pengetahuan dari Allah, Khidir bisa tau bahwa akan  ada seorang perampok yang akan merampas perahu ini. Salah satu cara agar perahu tidak di rampas adalah di lubangi salah satu sisinya.

Kedua, tiba tiba Khidir membunuh anak kecil.

Anak kecil ini adalah anak dari orangtua yang soleh solehah. Jika anak ini tidak di bunuhnya, maka dia akan menjadi fitnah bagi orangtuanya di aherat kelak.

Ketiga, Nabi Khidir membangun sebuah rumah yang hendak roboh. Karena rumah itu adalah rumah yatim  yang masih kecil. Rumah ini adalah peninggalan  orangtuanya yang menjadi bekal dan tempat tinggal agi si yatim.

Bersama nabi Khidir, Musa mendapat banyak pelajaran dan hikmah berharga. Diantara hikmah  paling besar adalah sabar. Bagaimana besikap sabar di setiap keadaan.

Nabi Musa selanjutnya melanjutkan perjalanan ke bukit Tursina. Di  bukit Tursina inilah, Nabi Musa mendapat wahyu berupa kitab Taurat. Beliau amanat Allah yang harus di emban dan di sampaikan kepada bani Israil

 

Hikmah kisah nabi Musa

Hikmah kisah nabi Musa

Gambar: rmolsumsel

Al Quran banyak berkisah tentang orang orang tedahulu. Baik ksaih orang orang soleh yang penuh ridha Allah atau ksiah orang orang drukaha yang mendapat siksa dan adaz Allah.

Salah satu kisah heroik yang di sampaiak Al Quran adaslah  kisah perjalanan dan perjuangan Musa menghadapi Firuan. Betapa tidak, Musa adalah anak angkat Firaun tgapi karena beda prinsip maka mereka tidak bisa bertemu.

Musa manusia pilihan Allah aygn di angkat jadi nabi dan rasul. Di anamati dakwah . emgnajak pada tauhid,  ilomu dan akhlak.

Seda ngkan  Firuan, seorang raja yagn kejam dan lalim. Dia seorang raja yang durjana. B akan, dia berani emgnaku emnjadi Tuhan. asebuah kesomobgnan yagn melampau batas.

 

Sahabat Fataya sekalian,

Dari kisah nabi Musa yang di kejar oleh pasukan Firaun. Musa di ambil anak angkat oleh Asiyah, istri Firaun. Musa menentang Firaun. Musa bertemu nabi Khidir. Dan lain sebagainya. Kita bisa belajar banyak dari kisah mereka.

Inilah hikmah yang bisa kita petik dari kisah hidup Musa yang penuh liku, cabaan dan pelajaran berharga:

Iman nomor satu

Saat Asiyah memungut Musa kecil sebagai anak, Musa adalah anak angkat Firaun. Maka Asiyah dan Firaun adalah orang yang sangat berjasa menyelematkan dan membesarkan Musa.

Tapi hubungan dekat antara anak orangtua, tidak bisa serta merta membuat seseorang selamat. Orang bisa selamat dunia ahirat karena dia punya bekal iman di dadanya. Iman adalah harta paling berharga dalam diri manusia. Tanpa iman, apalah arti punya harta melimpah, istri cantik bahkan pekerjaan  bergengsi.

Semua akan binasa dan tiada manfaat sama sekali di ahirat  tanpa iman dalam dada.

Mari kita syukuri nikmat Allah untuk kita berupa nikmat iman yang bersarang dalam dada, Jaga dan pelihara iman ini. Jangan sampai hilang tanpa kita sadari.

 

Belajar sabar

Sa bar adalahh emas pemata. Betapa banyak orang yang gagal dan kalah karena mereka tidak sabar. Nabi Musa sebagai seorang anak angkat seorang raja, dia oleh Allah di jaga dan di pelihara iman dan taqwanya.

Belajar tanpa henti

Nabi dan rasul adalah derajat mulia. Tapi tidak serta merta membuat para nabi dan rasul berhenti belajar.

Seorang nabi Musa, oleh Allah di perintahkan agar mengikuti nabi Khidir dan tidak banyak bertanya apapun. Dari nabi Khidir, Musa banyak belajar tentang kehidupan.

 

solusi ada pada dekat Allah

Nabi Musa menghadapi teror, intimidasi dari Firaun dan bala tentaranya. Tapi Musa tetap sabar dan teguh dalam dakwahnya.

Puncak dari kekejaman Firaun adalah saat Musa dan kaumnya di kejar hingga ke tepi pantai. Di mana saat itu, seolah olah tidak ada pilihan lain bagi Musa untuk lari menghindar.

Di saat yang genting ini, Musa pasrah kepada Allah. Seraya Musa berdoa “Ya Allah, aku engkau perintahkan untuk berdakwah. Memperingatkan Firaun dan pengikutnya. Semua sudah aku lakukan ya Allah”.

Pasrah total Musa ini, melahirkan pertolongan Allah tanpa batas.

Allah selamatkan Musa dan umatnya. Allah wahyukan kepada Musa untuk memukulkan tongkat yang di pegangnya ke laut. Serta merta laut terbelah dan Allah siapkan jalan bagi Musa.

 

Inilah sepenggal kisah perjuangan nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan kaumnya. Musa telah melaksanakan semua amanah Allah dengan sebaik baiknya.

Semoga kita bisa memetik manfaat dan hikmah dari perjalanan hidup dan dakwah nabi Musa.

 

Abidaril Hasan

Santri PP. Raudlatut Thalabah

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*