Kisah nabi Adam bapak manusia dan nabi pertama

Kisah nabi Adam dan siti Hawa

Kisah Nabi Adam yang penuh godaan

kisah nabi adam

Gambar: aceh.tribunnews

 

Nabi Adama adalah manusia pertama dan nabi pertama bagi manusia.

Banyak orang  yang menyangka dan  mengira bahwa Adam hidup selalu dalam kenikmatan di dalam surga. Padahal, bukan hanya nikmat yang diterima oleh Adam tapi juga ujian dan cobaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan langit dan segala isinya jauh sebelum Allah menciptakan Nabi Adam Alaihissalam.

Tahukah kamu bahwa Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya dalam 6 masa. Di mana 1 hari atau 1 masa di sisi Allah setara dengan 1000 tahun dalam perhitungan manusia.

Planet planet, bumi, lautan merupakan bukti nyata kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Begitu juga Allah menciptakan bulan. Dimana bulan berfungsi sebagai penerang bumi di malam hari.

Matahari sebagai sumber panas bagi semua ciptaan Allah yang  ada di tata surya.

Semua ciptaan Allah ini, menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala-galanya. Apabila Dia, Allah berkehendak sesuatu maka Allah cukup mengatakan “Kun”, jadilah. Maka “Fayakun” jadilah apa yang Dia kehendaki.

 

Diciptakannya nabi Adam

Setelah langit dan bumi Allah ciptakan, kemudian Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat.

Malaikat Allah ciptakan dari “Nur” cahaya.

Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk, patuh dan senantiasa berbakti kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Malaikat termasuk makhluk yang tidak pernah durhaka kepadaNya. Mereka tidak diberi nafsu, tidak makan, tidak minum, tidak menikah.

Bahkan malaikat tidak pernah melakukan perbuatan dosa sekecil apapun.

Malaikat tidak berjenis laki-laki atau perempuan.

Malaikat mempunyai alam sendiri; yaitu alam ghaib. Yang mana alam ini tidak mampu dijangkau oleh manusia.

 

Sedangkan jin, setan dan iblis diciptakan dari api. Mereka punya jenis laki-laki dan perempuan. Di antara Jin, ada yang patuh dan taat tetapi ada juga yang ingkar atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jin yang ingkar dan selalu membangkang perintah Allah disebut iblis dan setan.

Iblis dan keturunannya adalah makhluk yang sangat durhaka kepada Allah dan jahat kepada manusia.

Bagi mereka tidak ada kebaikan sama sekali.

Pekerjaan iblis dan setan menggoda manusia agar manusia tersesat dan jatuh dalam dosa. Permintaan iblis untuk hidup hingga akhir hari kiamat Allah dikabulkan.

Sebab dahulu kala, Iblis adalah makhluk yang pernah patuh kepada Allah.

Jadi perbandingan umur bagi Iblis sehingga hari kiamat adalah sebagai balasan kebaikannya di masa lalu sebelum menciptakan Nabi Adam.

Setelah Nabi Adam diciptakan oleh Allah, Iblis menjadi makhluk pembangkang. Maka dia dikutuk oleh Allah dan diusir dari surga.

Baca juga Kisah nabi Musa membelah lautan

Kisah nabi Adam dengan Iblis

kisah nabi adam dan iblis

Gambar: laduni

Setelah langit, bumi, malaikat, jin dan iblis diciptakan oleh Allah. Maka Allah berkehendak Menciptakan makhluk yang akan diperintahkan untuk mengelola bumi ini.

Kemudian hal ini oleh Allah diberitahukan kepada para malaikat.

Para malaikat mengira mereka lalai dalam menjalankan tugasnya.

Mereka bertanya “Mengapa Tuhan menciptakan manusia. Bukankah mereka hanya akan berbuat kerusakan di atas bumi ini. Mereka akan saling bermusuhan dan saling membunuh . Sedangkan para malaikat senantiasa patuh dan mengagungkan namaNya?”

Allah berfirman “Sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Para malaikat terdiam mendengar penegasan Allah ini. Bukankah Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Demikianlah, Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat. Setelah terbentuk tubuh manusia, kemudian dimasukkan ruh kedalam tubuhnya dan menjadi hidup. Adam bisa berdiri, berjalan dan bernafas seperti kita sekarang ini.

Allah memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud dan menghormati kepada Adam.

Para malaikat pun segera bersujud sesuai perintah Allah dalam rangka hormat dan sebagai ucapan selamat atas terciptanya Adam.

Dan iblis pun, tidak mau bersujud kepada Adam. Dia membangkang perintah Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala bertanya “Apakah yang membuat engkau tidak mau bersujud kepada Adam?”

“Saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan Saya dari api. Sedangkan Adam diciptakan dari segumpal tanah” Kata iblis seraya menyombongkan diri.

Iblis mempunyai pendapat bahwa api jauh lebih baik daripada tanah.

Padahal, hanya Allah yang Maha Tahu, siapa yang lebih mulia di antara makhluk ciptaanNya.

 

Allah sangat murka mendengar jawaban iblis. “Aku usir engkau dari surgaku. Sungguh tidak patut kau tinggal di sini lagi. Terkutuklah engkau selama-lamanya”.

“Wahai tuhan, Engkau kutuk dan kau usir aku dari surga karena Adam. Saya rela. Tapi kabulkanlah permohonan saya. Hidupkan saya lebih lama hingga hari kiamat nanti”.

Allah mengabulkan permohonan iblis. Mereka akan dibiarkan hidup hingga hari kiamat kelak.

Iblis bersumpah “Ya Allah, karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat. Maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Aku akan mendatangi mereka dari muka, belakang dan dari kanan-kiri mereka”

Itulah sumpah iblis.

Dia bertekad akan selalu menyesatkan Adam dan anak keturunannya.

Iblis ingin agar mereka jauh dari perintah Allah. Selalu berbuat kekacauan dimuka bumi. Saling bermusuhan dan saling membunuh  satu sama lain.

 

Allah berfirman, “Untuk melawan segala tipu daya dan akal busukmu, aku beri manusia senjata yang ampuh berupa akal.

Dengan akal itu, aku bimbing mereka dengan petunjuk petunjuk agama. Aku beri mereka petunjuk ke jalan yang benar.

Dengan akal itu, manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akalnya, tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang tersesat itu akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapanku di hari kiamat nanti”

 

Iblis semakin benci kepada Adam.

Setelah mendengar firman Allah tersebut, kemudian dia mendekati Adam, melihat seluruh tubuh Adam dan ingin mencari titik kelemahan Adam.

Akhirnya dia dapat menemukan titik kelemahan Adam itu yaitu nafsu. Nafsu cenderung melakukan perbuatan yang buruk.

Manusia cenderung menuruti hawa nafsunya. Maka bagi manusia  yang suka mengikuti hawa nafsunya, sangat mudah bagi Iblis untuk menjerumuskannya.

 

Baca juga Kisah nabi Muhammad teladan sepanjang jaman

 

 

Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama benda yang dilihatnya. Dengan demikian, Adam mengetahui nama-nama benda yang ada di muka bumi.

Ini adalah pengetahuan pokok yang nanti di perlukan untuk mengatur dan memelihara bumi.

 

Allah ingin membuktikan kepada para malaikat, kemampuan manusia untuk mengatur dan memelihara bumi. Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat “Sebutkanlah kepadaku nama-nama benda itu”

“Maha suci engkau ya Allah.  Tidak ada yang kami ketahui kecuali apa apa yang engkau ajarkan pada kami. Hanya Engkaulah yang mengetahui segala-galanya” Jawab para malaikat penuh takzim kepada Allah.

“Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda itu” Firman Allah kepada Adam.

Lantas Adam menyebut nama-nama benda itu yang diketahuinya. Para malaikat pun kagum dan tertegun.

Mereka memberi hormat dan kehormatan kepada Adam.

“Bukankah sudah kukatakan, aku mengetahui rahasia langit dan bumi. Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” firman Allah kepada para malaikat.

Para malaikat selalu memuja dan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mereka semakin menaruh hormat kepada Adam.

Ternyata, Adam telah mengetahui apa yang belum mereka ketahui.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Adam sebuah tempat yang nyaman dan sentosa berupa surga. Surga adalah sebuah tempat yang indah dan menakjubkan.

Segala kebutuhan hidup telah tersedia; kebun surga penuh dengan buah-buahan yang penuh kelezatan. Air sungai yang jernih dan harum sekali. Tumbuh-tumbuhan tumbuh begitu Rindang. Rumput menghampar hijau, teduh dan nyaman sekali.

Surga begitu menyenangkan Adam. Adam berkeliling, menjelajahi kebun-kebun dan taman-taman tapi ia merasa sepi karena tidak punya kawan seorangpun.

 

Kisah nabi Adam dan siti Hawa

Kisah nabi Adam dan siti Hawa

Gambar: kabarnusantara

Kisah Diciptakan Hawa

Karena Adam merasa tidak punya teman dan pasangan, dia merasa kesepian. Dia rindu akan hadirnya seseorang di sisi-nya.

Dia melihat semua binatang yang ada di surga itu berpasang-pasangan. Rasa sepi membuatnya semakin sedih.

Adam pun tertidur pulas di bawah pohon yang teduh. Allah Maha Tahu, dia mengetahui pula isi hati Adam yang sangat ingin memiliki seorang teman dan kawan.

Maka tatkala Adam sedang tidur, Allah menciptakan manusia yang diambil dari tulang rusuk Adam sendiri.

Pada saat itu dia adalah manusia sama seperti Adam tapi berjenis perempuan. Namanya Hawa.

ketika Adam bangun dari tidurnya, ia sangat terkejut ada mengusap-usap matanya. Seakan tak percaya. Dia melihat seseorang duduk disampingnya.

Wanita itu cantik dan mempesona.

Siapakah engkau? Tanya Adam

Dengan tersenyum dia menjawab “Aku adalah tewan yang diciptakan oleh Allah untuk menjadi teman hidupmu di dalam surga.

Adam merasa gembira dan tambah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah mengabulkan keinginan dan impiannya.

 

Hawa   oleh Allah ditakdirkan untuk menjadi istri Adam. Sepanjang hari mereka bermain di taman surga. Mereka bersenang-senang sepuas hati.

Mereka boleh makan apa saja, tumbuh-tumbuhan, makan makanan, buah-buahan yang ada di dalam surga. Hanya satu yang Allah dilarang untuk didekati apalagi dimakan. yaitu tumbuhan dari buah khuldi.

 

BACA JUGA :   Rahasia Tata Cara Sholat Jenazah Yang Benar Sesuai Syariah

Baca juga Kisah nabi Daud melawan Jalut

 

Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Dia selalu berusaha dan berupaya sebisa mungkin membuat Adam terusir dari dalam surga.

Suatu saat ia berhasil masuk ke dalam surga. Kebetulan pada saat itu Adam sedang lapar.

Iblis datang seraya berkata “Hai Adam, tampaknya kau dan istrimu sedang sangat lapar dan haus. Makanlah buah yang ada di hadapanmu itu. Lihatlah, warnanya begitu ranum dan segar.Baunya  harum, sejuk dan menyenangkan.

Buah ini bahkan bisa menghilangkan rasa haus dan dahaga kamu dan istrimu.

Adam tahu, buah yang ada dihadapannya memang beda dengan buah yang lain. Tapi dia adalah buah larangan. Maka ia tidak tidak berani makan buah itu.

Melihat Adam tidak tergoda, Iblis merasa kecewa dan sakit hati tapi ia tidak mau putus asa.

Suatu saat ia mendekati Adam lagi.

Kali ini dia berkata, “Mengapa Tuhan melarang kamu memakan buah itu? tak lain, agar kalian tidak jadi malaikat. Sebab jika kalian makan buah itu kalian akan menjadi penghuni kekal di surga ini. Percayalah, aku adalah seorang teman yang memberi nasihat baik kepadamu”.

Adam tetap pada pendiriannya. Dia tidak mau mengikuti saran Iblis untuk memakan buah khuldi.

Pada suatu kesempatan Iblis datang lagi. Dia memilih waktu yang tepat. Saat Adam dan Hawa berjalan-jalan keliling surga. Mereka nampak kelelahan.

Saat itulah, Iblis berkata “Hai Adam, ketahuilah sebenarnya hanya golongan malaikat saja yang boleh makan buah khuldi. Sebab dengan makan buah itu, para malaikat mengalami hidup kekal tanpa mengalami kematian”.

Adam dan Hawa mulai tergoda mendengar perkataan iblis. Kami telah mendengar perkataan Allah sebelum kalian diciptakan” Sambung Iblis, meyakinkan.

Bahwa kalian tidak akan hidup selama lamanya. Beberapa waktu lagi, kalian akan mati. Jika kalian ingin hidup kekal, abadi didalam surga ini, kalian harus makan buah khuldi. Buah ini rasanya sangat lezat tidak ada duanya. Di surga ini, sungguh bodoh jika kalian tidak mau menerima nasihat ku ini.

Adam dan Hawa mulai tertarik dengan rayunan iblis.

Iblis meneruskan bujuk rayunya “Aku bersumpah dihadapan kalian. Demi Allah, aku sebenarnya hanya memberi nasehat karena aku merasa kasihan pada kalian berdua. Larangan Tuhan itu tak lain sampai kalian tidak bisa hidup kekal di dalam surga ini”.

Hawa yang termakan bujuk kan iblis berkata kepada Adam “Rupa-rupanya ia benar ucapan iblis itu. Dia telah bersumpah Dengan nama Allah”.

Hawa yang lemah hatinya mulai mendekati pohon khuldi dan memetik buahnya. Pada saat itu, Adam dan Hawa sudah merasa sangat lelah, haus dan lapar. Terlebih setelah mendengar ucapan Iblis bahwa buah Khuldi rasanya paling lezat di surga.

Keduanya pun, lupa pada peringatan Allah. Keduanya lalu makan buah itu. Rasanya memang lezat. Hingga mereka lupa dengan larangan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah mencela perbuatan mereka.

Kemudian dia berfirman “Bukankah aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon itu dan aku katakan kepadamu sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Mendengar firman Allah itu, Adam dan Hawa merasa sangat menyesal.

Setelah makan buah itu, aurat mereka terbuka. Mereka berlarian kesana-kemari menutup auratnya dengan dedaunan surga.

Mereka sangat malu dan merasa ketakutan atas perbuatan mereka.

Akhirnya Adam dan Hawa sadar bahwa mereka tidak mungkin dapat menyembunyikan diri dihadapan Allah yang Maha Tahu.

Mereka tertunduk malu, menyesali perbuatan mereka seraya berdoa kepada Allah “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan kami telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan iblis. Jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi Rahmat kepada kami niscaya  pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi”.

 

Adam dan Hawa turun ke bumi

adam dan hawa turun ke bumi

Gambar: muslim.okezone

Taubat Adam dan Hawa diterima oleh Allah. Keduanya diampuni oleh Allah, karena sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.

Tetapi atas kesalahan ini, mereka harus keluar dari dalam surga yang penuh dengan kenikmatan.

Ini sudah sesuai kehendak Allah yang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, sebagai penghuni dan mengatur bumi.

Maka Allah berfirman “Demi kemuliaan-Ku, kamu berdua harus meninggalkan surga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama terbentang. Di sana segala kebutuhan hidup tersedia. Tetapi kalian harus bersusah payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya

 

Bukan hanya Adam dan Hawa yang diusir dari surga, Iblis pun Allah diusir dari surga.

Jadi di muka bumi, Adam dan Hawa hidup bersama iblis.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Turunlah kalian ke bumi. Di bumi kamu kamu hidup. Di bumi Kamu akan mati. Dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan. Di atas bumi kelak kamu akan dan anak cucumu selalu mendapat godaan dan tipu daya iblis. Agar anak cucumu celaka dan hidup sengsara. Di sana anak cucumu akan menghadapi perjuangan berat dari jenis laki-laki akan bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Dari jenis perempuan akan mengalami kesakitan di saat melahirkan anak. Namun kamu jangan kuatir, kamu dan anak cucumu akan Aku beri petunjuk petunjuk yaitu ajaran-ajaran agama. Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, Maka dia akan selamat dari godaan iblis”

 

Demikianlah Adam dan Hawa harus turun dari surga. Waktu diturunkan ke muka bumi keduanya berada di tempat yang terpisah.

Konon, Adam turun di tanah India. Sedangkan Hawa turun di tanah Arab.

Mereka harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan hidup. Wajah bumi yang belum pernah tersentuh tangan manusia.

Jadi keadaannya sangat menyeramkan. Gunung-gunung menjulang tinggi. Jurang jurang terjal menganga lebar. Pohon-pohon raksasa tumbuh berserakan. Binatang-binatang buas baik yang besar maupun yang kecil berkeliaran di mana-mana.

Adam dan Hawa menggunakan kulit binatang sebagai pakaiannya serta melindungi tubuh mereka dari hawa dingin dan sengatan serangga.

 

Keduanya saling mencari dan berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Perjalanan yang ditempuh sangat sukar dan penuh bahaya.

Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan.

Akhirnya mereka bertemu kembali di padang Arafah setelah saling mencari selama 40 tahun.

Saat bertemu, Adam sangat terharu melihat keadaan istrinya yang sangat kepayahan, sengsara menapaki jalan yang sulit dan kejam. Mereka berpelukan, menangis penuh haru.

Kini mereka mulai menapaki hidup baru sebagai cikal bakal kehidupan manusia.

Adam dan Hawa tinggal di sebuah gua yang besar dan lebar.

Gua besar itu terletak di dataran tinggi sehingga tak gampang diserang binatang buas.

Tantangan alam yang keras telah menggerakkan akal pikiran Adam agar dapat mempertahankan hidup dengan keadaan yang lebih baik.

Dengan bekal yang telah diberikan Allah Adam mulai mengelola alam yang ada di sekitarnya.

Dia menjinakkan binatang untuk di ternakkan.

Dia mengolah lahan pertanian dan perkebunan yang menghasilkan buah-buahan sebagai sumber makanan.

Apakah karena kesalahan Nabi Adam sehingga seluruh umat manusia harus menderita hidup di dunia?

Bukan, Nabi Adam diciptakan Allah sebagai khalifah atau pengelola bumi dan isinya. Hanya saja setelah diciptakan, Nabi Adam ditempatkan di surga.

Setelah itu Adam harus kembali ke tempat tujuannya yaitu bumi.

Dari sini kita harus pandai-pandai dan waspada terhadap tipu daya serta rayuan iblis dan setan.

Mereka akan terus berusaha dengan segala macam cara untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.

Salah satu jurus yang paling ampuh untuk meruntuhkan iman manusia adalah menjadikan baik sesuatu perbuatan yang maksiat atau dosa dalam pandangan manusia.

Dosa adalah dosa, maksiat adalah maksiat. Setan dan Inlis akan selalu berusaha menjerumuskan manusia dalam salah dan dosa.

Sehingga sebagai manusia kita harus benar benar menggunakan akal yang telah diberikan oleh Allah sebagai perisai dan tameng menghadapi godaan setan.

 

Hikmah kisah nabi Adam

Kisah nabi Adam membawa banyak manfaat yang bisa kita petik. Berikut bebrapa hikmah kisah nabi Adam:

  1. Nabi adam adalah manusia pertama dan nabi pertama. Wsalau begitu Allah mmberi ujian bagi Adam dengan nikmat harta dan wanita.
  2. Awalnya, Adam tinggal dalam surga tapi karena sebuah kesalahan, Adam oleh Allah di turunkan ke bumi (sesuai sunatullah).
  3. Hidup adalah ujian dan cobaan. Harus sabar dan waspada
  4. Harta, kekayaan bukan semata mata anugerah tapi ujian yang berat. Jarang orang yang menyadarinya
  5. Apapun keadaanya, kita harus selalu berlindung kepada Allah. Agar Allah menuntun hidup kita ke jalan yang benar.

 

Salah satu bekal abadi yang Allah berikan kepada Adam dan anak keturunannya adalah akal. Dengan bekal akal, kita bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang benar dengan yang salah.

Kita harus berpedomana pada ajaran agama yang benar, agar bisa hidup dalam rambu rambu Allah. Agar kita senantiasa menjadi hamba Allah yang melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita, sehingga kita bisa selamat dari tipu  daya setan yang sangat  terkutuk.

 

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*