Kisah nabi Daud berjuang dan berdakwah dengan kekuatan

daud di angkat jadi raja

Kisah Nabi Daud

Kisah Nabi Daud

Gambar: islami.co

Nabi Daud adalah ayah Nabi Sulaiman Alaihissalam. Setelah Nabi Harun dan Nabi Musa orang Israel dipimpin oleh Yusha bin Nun. Dalam kepemimpinan Yusha ini, mereka dapat menguasai tanah Palestina dan bertempat tinggal di istana.

Setelah Yusha bin Nun meninggal, mereka terpecah belah. Bahkan, isi kitab Taurat berani mereka rubah rubah dan mereka tambah tambahin. Mereka juga suka bersilang pendapat satu sama lain.

Sayang sekali mereka belum mengenal pentingnya arti kompak dan persatuan. Seperti yang tersirat dalam pepatah “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Bisa  ditebak, akhirnya mereka kehilangan kekuatan dan persatuan mereka. Tanah Palestina lambat laun diserbu dan kuasai oleh bangsa lain.

 

Lama, Bani Israel menjadi bangsa jajahan yang tertindas. Mereka rindu datangnya seorang pemimpin yang tegas, gagah berani melawan penjajah.

Di antara rakyat Bani Israel yang besar itu, ada orang tua yang bernama Esa. Dia punya beberapa anak.

Anaknya yang paling cerdas, cerdik pandai adalah Daud. Daud sering melakukan puasa, suka belajar agama dan gemar beribadah.

Bani Israel benar-benar terpuruk.

Saat inilah, Allah mengutus seorang nabi dari bangsa Israel itu sendiri yaitu Nabi Samwail.

Suatu hari, tokoh masyarakat menemui nabi Samwail seraya meminta petunjuk “Wahai nabi Samwail, Angkatlah salah seorang diantara kami sebagai raja yang akan memimpin perang melawan penjajah”.

“Aku kuatir bila sudah mendapat pemimpin yang dipilih Allah, kalian justru tidak mau berangkat berperang” jawab Nabi semwail.

 

Mereka menjawab “Kita sudah lama menjadi bangsa tertindas. Kita tidak mau lagi menderita lebih lama lagi. Kita harus menegakkan agama Allah”

Karena didesak oleh kaumnya, Nabi Samwail kemudian berdoa kepada Allah. Doanya pun dikabulkan. Dan Thalut, diangkat sebagai raja yang memimpin mereka.

Baca juga Kisah nabi Muhammad teladan umat sepanjang masa 

 

Mereka menolak ketika mendengar nama Thalut disebutkan oleh Nabi Samwail.

Mengapa mereka menolak?

Karena nama Thalut tidak begitu terkenal.

Thalut adalah seorang petani biasa. Malahan, Thalut bisa digolongkan orang miskin.

Tapi kemudian nabi Samwail menjelaskan bahwa walaupun Thalut miskin tapi dia pandai dalam strategi perang.

thalut punya tubuh yang kuat, kekar dan pandai ilmu tata negara. Akhirnya mereka menerima Thalut sebagai raja mereka.

 

Pasukan Thalut Dan Daud melawan Jalut

Pasukan Thalut Dan Daud melawan Jalut

Gambar: pecihitam

Thalut mengajak orang-orang yang tak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan berangkat ke medan perang.

Thalut memilih orang terbaiknya.

 

Dia berharap mereka dapat fokus dan memusatkan diri pada pertempuran dan tidak memikirkan lagi urusan rumah tangga dan perdagangan.

Salah seorang pemuda yang ikut dalam barisan Thalut adalah seorang remaja bernama Daud. Daud diperintahkan oleh ayahnya untuk menyertai kakaknya yang maju ke medan perang.

Tapi Daud tidak diperkenankan menuju ke garis depan.

Dia hanya di suruh melayani kedua kakaknya. Tempatnya di garis belakang.

Jika kakaknya lapar dan haus, Daud-lah yang melayani dan menyiapkannya.

Tentara Thalut sebenarnya tidak seberapa banyak. Jauh lebih besar dan lebih banyak tentara Jalud yang sangat jahat.

Jalut sendiri adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa.  Setiap orang yang berhadapan dengannya selalu binasa.

Baca juga Kisah nabi Yunus berjuang di tengah umatnya ratusan tahun hanya dapat 2 pengikut

 

Tentara Thalut gentar dan berdarah darah saat melihat keperkasaan musuhnya.

Saat melihat tentaranya ketakutan, Thalut terus berdoa kepada Allah “Ya Allah, Tuhan kami. Curahkanlah kesabaran atas diri kami dan kokohkanlah pendirian kami. Tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

Maka dengan kekuatan doa itu, mereka menyerbu tentara Jalut. Mereka bertempur dengan gagah berani.

Tentara jalud tak mengira lawan yang berjumlah sedikit itu mempunyai keberanian bagaikan singa terluka.

Akhirnya Jalut dapat diporakporandakan dan lari cerai berai.

 

Hanya sang panglima Jalut dan beberapa pengawalnya yang masih tersisa. Thalut dan pengikutnya tak berani berhadapan dengan raksasa itu.

Lalu diumumkan oleh Thalut bahwa siapa yang dapat membunuh Jalut maka ia akan diambil sebagai menantu.

Tanpa diduga, daud yang masih berusia remaja berani tampil ke depan. Dia minta izin kepada Thalut untuk menghadapi Jalut. Mula-mula Thalut ragu, mana mungkin Daud yang lebih muda itu mampu mengalahkan Jalut.

Namun setelah didesak oleh Daud, ahirnya Thalut memberi ijin anak muda ini maju ke medan perang.

 

Dari jauh Jalut melihat sepak terjang Daud yang berani menantang Jalut. Jalut memang orang yang sangat sombong.

Dia telah berkali-kali menantang orang-orang Israel untuk berperang, duel  melawannya.

Bahkan dia juga mengejek bangsa Israel sebagai bangsa pengecut. Dari mulutnya keluar kata kotor, hinaan dan celaan yang lain yang sangat menyakitkan hati.

Daud pun muncul di hadapan Jalut. Jalut tertawa terbahak-bahak melihat anak muda itu menantangnya duel. Apalagi dengan tidak membawa senjata tajam. Senjatanya hanya sebuah ketapel.

Jalut pun melayangkan pedangnya berkali-kali untuk membunuh Daud namun Daud dapat menghindar dengan cepat.

Hingga pada suatu kesempatan, Daud berhasil melayangkan peluru batu ketapelnya tepat diantara kedua mata Jalut.

Jalut berteriak keras kesakitan. Dia roboh seketika dengan dahi pecah dan mati.

Dengan demikian, menang lah pasukan Thalut melawan Jalut. Daud diangkat sebagai menantu Raja thalut. Dia dijodohkan dengan anaknya yang bernama Mikyal.

Daud diangkat jadi raja

daud di angkat jadi raja

Gambar: islamaktual

Disamping menjadi menantu Raja, Daud juga dianggap sebagai seorang penasehatnya. Dia di hormati setiap orang.

Bahkan, rakyatnya seakan akan jauh lebih menghormati Daud daripada Thalut, mertuanya.  Hal ini membuat iri hati Thalut. Bagaiaman bisa, seorang menantu lebih dihormati dari pada mertuanya. Padahal, mertuanya seorang raja.

Dia berusaha membuat celaka Daud dengan mengirimnya ke medan perang yang sangat sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh yang paling kuat dan besar jumlahnya.

Namun lagi-lagi, Daud memenangkan pertempuran. Dia kembali ke istana dan di sambut gembira oleh  seluruh rakyat.

 

Thalut merasa semakin iri dan sakit hati karena Daud jauh lebih populer di mata rakyat dibanding dirinya.

Dia selalu berusaha membunuh dan mencelakai Daud dengan berbagai cara namun selalu gagal.

tahu mengapa? Karena Daud dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Pada akhirnya terjadilah perang terbuka. Dalam perang itu Thalut tewas dan putra mahkotanya juga mati dan Putra mahkotanya juga mati dalam pertempuran melawan orang-orang yang berpihak kepada Daud.

Ahirnya, Daud pun diangkat menjadi raja Israel

 

Mukjizat Nabi Daud

Daud adalah nabi yang memiliki beberapa mukjizat dan keistimewaan. Dimana mukjizat ini diberikan oleh Allah kepada Nabi Daud untuk mengalahkan dan menundukkan musuh-musuhnya.

Inilah beberapa mukjizat Nabi Daud yang Allah berikan:

  1. Menundukkan gunung-gunung. Gunung Allah tundukkan bangi Daud supaya selalu bertasbih, memuji kepada Allah bersama Nabi Daud pada waktu pagi, siang dan malam hari. Bukan  hanya itu, burung-burung juga Allah tundukkan kepada Nabi Daud untuk berkumpul, memuji kepada Allah bersama Nabi Daud.
  2. Nabi Daud mengatur hari-harinya. Nabi Daud membagi hari-harinya menjadi empat bagian; sehari untuk beribadah, sehari menjadi hakim,sehari memberi pengajaran dan sehari lagi untuk kepentingan pribadi.
  3. Melunakkan besi. Salah satu mukjizat Nabi Daud adalah mampu melunakkan besi bagaikan lilin. Kemudian merubah besi itu sesuai dengan kehendak Nabi Daud. Nabi Daud juga bisa merubah besi menjadi lunak dan membentuk sesuai dengan keinginannya tanpa memakai api atau alat apapun. Dengan besi Inilah, Daud dapat membuat baju besi yang Sangat kokoh. Baju besi ini dibentuk dengan tenunan tenunan, bulatan-bulatan rantai yang berkesinambungan. Baju besi ini membuat orang yang memakainya bisa bergerak bebas, tidak kaku seperti baja besi yang dibuat dari besi lembaran.
  4. Suara yang merdu. Nabi Daud oleh Allah juga dikaruniai mukjizat suara yang sangat indah dan merdu sekali. Dimana kitab yang Allah turunkan kepada Nabi Daud adalah kitab Zabur. Kitab Zabur ini berisi tentang pelajaran, peringatan puji-pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

BACA JUGA :   Doa menjenguk orang sakit yang jarang di ketahui orang

Kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

kisah nabi daud dan nabi sulaiman

Gambar: komsas-malang.hmi

Nabi Daud adalah seorang nabi yang bijak terhadap rakyatnya. Sehingga Nabi Daud Allah anugerahi kewibawaan di hadapan rakyat dan musuhnya.

 

Nabi Daud Allah dikaruniai seorang putra bernama Sulaiman. Pada suatu hari kerajaan Daud terjangkit penyakit kolera. Banyak rakyat yang mati karena sakit kolera ini.

Kemudian Daud berdoa kepada Allah. Maka Allah hilanglah penyakit kolera ini.

Untuk menunjukkan rasa syukur dan bahagia karena Allah telah mengangkat kolera ini, maka Daud bersama putranya, Sulaiman berniat untuk membangun tempat suci yaitu Baitul Maqdis.

Inilah kisah nabi Sulaiman menundukkan ratu Balqis

 

Sulaiman sejak masa mudanya sudah nampak cerdas dan bijaksana. Terutama Sulaiman sangat lihai di bidang hukum.

Jika seseorang tidak puas mendapat keadilan dari Nabi Daud, maka serta merta mereka akan meminta pertimbangan kepada Nabi Sulaiman. Dan mereka merasa puas ketika mendapat keadilan dari Nabi Sulaiman.

Ketika Nabi Nabi Daud meninggal dunia, Sulaiman diangkat menjadi penggantinya sebagai seorang raja di Kerajaan Daud.

 

Kisah Nabi Daud dalam Al Quran

Kisah Nabi Daud dalam Al Quran

Gambar: nu.khatulistiwa

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menjelaskan dalam kitabnya At Tawwabin bahwa nabi Daud dulu terkenal sebagai seorang panutan yang sangat disiplin.

Nabi Daud biasa membagi waktu sehari hari hingga 4 bagian; sehari untuk mengkaji ilmu bersama rakyatnya, sehari untuk beribadah dalamnya mihrab, sehari untuk keadilan rakyatnya, sehari untuk keluarga.

Suatu hari datang ujian dari Allah kepada Nabi Daud. Ketika dia memberi pengajian kepada rakyatnya bani Israel. Ada seorang yang tiba-tiba datang Dia berkata “Tak seharipun dilalui oleh manusia kecuali dia pernah berbuat dosa. Lalu Daud merasa bebas dari ungkapan ini. Terbersit dalam hatinya untuk bahagia.

Dia bukan termasuk apa yang disampaikan oleh orang ini.

Tapi ia malah mendapat teguran dari Allah “Hai Daud, waspadalah hingga  cobaan menghampirimu” Allah berfirman.

 

Suatu ketika saat Daud khusuk dalam mihrab, sedang membaca Kitab Zabur. Sekonyong-konyong datang seekor burung  hinggap di depannya.

 

Burung ini tubuhnya terbuat dari emas. Sepasang sayap yang terbuat dari sutra yang sangat halus.

Dia memakai mahkota, mutiara. Parahnya terbuat dari permata zamrud. Sepasang kakinya terbuat dari permata pirus.

Daud sangat Terkesima dengan burung ini. Dia yakin burung ini adalah seekor burung yang datang dari surga.

 

Dia takjub dengan keindahan burung ini. Daud hendak menangkapnya dan memberikannya kepada putranya yang masih kecil.

Daun pun mengejar burung tersebut.

Tetapi semakin dikejar, burung ini semakin cepat larinya.Ahirnya, burung ini lepas dan lolos dari tangkapannya.

 

Ketika terus mengejar hingga tiba di sebuah sawah, tanpa sengaja Daud melihat seseorang wanita kondisi aurat terbuka dan sedang mandi.

Merasa diawasi, wanita ini segera menutupi tubuhnya dengan ribuan  rambutnya. Segera saja Nabi Daud pergi menuju mihrabnya.

Daud pun merasa ada rindu membara dalam hatinya.  Dia sangat penasaran, siapakah wanita cantik itu. Usut punya usut, ternyata dia adalah seorang wanita bernama Tasyayu, seorang putri Hanana.

 

Wanita cantik ini punya seorang suami bernama Uriya bin Syura. Dia sedang ikut perang di Balqa’ bareng keponakan Daud. Dengan tahu latar belakang suaminya, Daud bersiasat mengirim Uriya  ke bagian terdepan dalam medan pertempuran. Sehingga akhirnya Uriya meninggal dunia dan syahid.

 

Masa iddah istri Uriya telah habis. Daud segera mengutus seseorang meminang Tasyayu. Selanjutnya mereka menikah.

Saat Daud ada di dalam mihrab, tiba-tiba ada suara keras dua lelaki yang sedang terlibat dalam masalah. Salah seorang dari mereka berbuat zalim kepada saudara yang lain. Mereka meminta keadilan dan keputusan Daud.

 

Sejurus kemudian Daud berkata “Sesungguhnya dia telah berjalan dengan minta kamu untuk ditambahkan kepada kamu. Dan sungguh kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan aman sedikit mereka ini” (QS. Shaad: 24)

 

Tetapi ternyata jawaban Nabi Daud ini malah direspon dengan tawa tawa oleh dua orang itu.

Daud sangat heran dan merasa aneh sekali. Engkau berbuat zalim, mengapa justru tertawa. “Rupanya kau pelu sebuah  kapak untuk menghancurkan ini dan inimu ya?” Yang di maksud adalah kening dan mulutnya.

“Saya kira Andalah yang perlu diperlakukan begitu”, jawabnya2 orang yang sebenarnya malaikat dan telah menjelma menjadi manusia. Berikutnya, mereka hilang.

Seketika Nabi Daud sadar, ternyata mereka adalah malaikat yang diutus oleh Allah untuk memberi peringatan kepadanya.

Nabi Daud segera bertobat dan sujud kepada Allah selama 40 hari.

Dalam sujud itu, Daud tidak pernah mengangkat kepalanya sama sekali kecuali ada perlu mendesak.

Dia menahan diri dari makan, minum. Air mata terus berderai, berjatuhan.

Berbagai macam doa mohon ampun Daud panjatkan kepada Allah. Dia benar-benar bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maha Suci Allah, Sang pencipta cahaya. Tuhanku, hanya kepada-Mu aku lari dengan membawa segala dosaku. Dan aku mengaku atas segala salahku. Oleh karena itu, janganlah engkau Jadikan aku orang yang putus asa. Jangan engkau Susahkan aku pada hari kiamat nanti.

Dengan doa yang tulus dan sungguh-sungguh ini, Allah mengabulkan permintaan nabi Daud.

 

Hikmah kisah Nabi Daud

hikmah Kisah Nabi Daud

 

Kisah Nabi Daud yang sudah penulis bahas di depan membawa begitu banyak manfaat dan hikmah.

Ada beberapa hikmah dan manfaat yang bisa kita petik dari kisah kehidupan Nabi Daud Alaihissalam.

Berikut beberapa Hikmah kisah Nabi Daud:

  1. Seorang yang sabar. Nabi Daud adalah seorang nabi yang lembut, sabar. Sehingga nabi Daud oleh Allah dianugerahi suara yang merdu dan indah. Allah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Daud. Dimana Kitab Zabur berisi tentang puji-pujian Sanjungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Seorang ahli ibadah. Nabi Daud adalah seorang ahli ibadah. Ketika Nabi Muhammad menyebutkan Nabi Daud dan menyanjungnya. Maka beliau selalu menerangkan keutamaan Nabi Daud dalam beribadah. Rasulullah Shalallahu Wassalam bersabda “Sesungguhnya puasa paling Allah cintai adalah puasa Daud. Salat yang paling Allah cintai adalah sholatnya Daud. Dia tidur separuh malam, bangun untuk salat seperti biasanya. Tidur lagi seperenamnya. Dia puasa sehari dan berbuka sehari” (HR. Muslim)
  3. Selalu taat kepada Allah. Nabi Daud adalah seorang nabi yang selalu berlaku taat dalam segala urusan kepada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Al Quran “Masing-masing amat taat kepada Allah” (QS. Shaad: 19)

Semua keistimewaan inimenunjukkan akan kesempurnaan makrifat Daud kepada Allah. Sehingga membuat Daud aman, sungguh-sungguh dalam berbakti dan beribadah kepada Allah.

 

Di tulis oleh:

Abidaril Hasan

Santri PP. Raudlatut Thalabah

Setail Genteng Banyuwangi

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*