Dahsyatnya Doa Sapu Jagat Yang Jarang Diketahui Orang

Dahsyatnya Doa Sapu Jagat

Fataya- Dahsyatnya Doa Sapu Jagat Yang Jarang Diketahui Orang. Diantara banyak doa yang biasa dibaca oleh rosulullah saw adalah doa sapu jagat. Doa sendiri artinya meminta atau memohon. Di satu sisi berdoa adalah memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Di sisi yang lain, berdoa juga bernilai ibadah. Bahkan nabi Muhammad SAW bersabda:

“Doa adalah otaknya ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Dahsyatnya Doa Sapu Jagat

gambar: idesaya.com

Inti dari ibadah adalah berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Keutamaan Berdoa kepada Allah

Allah sangat mengajurkan kita umat Islam untuk berdoa dan memohon kepadaNYa. Memohon dan meminta apapun boleh. Allah tidak pernah membatasi permohonan manusia tetapi permohonan itu baiknya bersifat kebaikan dan kebajikan dunia dan ahkirat.

Allah berfirman dalam Al Quran :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِين

Dan Rabbmu berfirman:“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”(Al-Mu’min/Ghafir/40: 60).

Jadi berdoa adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wata’alaa. Kenapa perlu berdoa? Karena sesungguhnya manusia itu lemah dan tidak punya daya upaya. Kemampuan , kelebihan yang dimiliki manusia hekekatnya adalah rahmat dan pertolongan dari Allah.

Kalau ada orang yang merasa mampu dan punya kemampuan baik kemampuan fisik, harta, finansial dan kekuasaan sungguh dia telah tertipu oleh nafsunya sendiri. Dia telah sombong dengan pengakuan dirinya. Allah sangat tidak suka dengan orang yang sombong lagi membanggakan diri sendiri. Sebaliknya, Allah sangat mencintai hambanya yang merasa rendah diri dihadapanNya. Selalu pasrah dan memohon kepadaNya.

Orang yang merasa lemah dan rendah diri di hadapan Allah tidak serta merta rendah dan hina. Sebaliknya, dia harus tangguh dan kokoh di hadapan manusia, dia tidak terpengaruh oleh rupa, pangkat dan jabatan dunia. Dalam pandangan matanya semua manusia sama, karena sama-sama makluk ciptaan Allah subhanahu wata’alaa.

Berdoa adalah kemuliaan dan keutamaan seorang hamba di sisi Allah Subhanahu Wata’alaa.

Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمُ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

Artinya: “Tidaklah ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Alloh ta’laa dari pada doa.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sejarah Doa Sapu Jagat

Doa kebaikan dunia ahirat atau biasa disebut doa sapu jagat adalah salah satu doa istimewa yang terkandung dalam Al Quran surat Al Baqoroh ayat 201. Inilah bunyi ayatnya:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya “Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Ini merupakan jawaban Allah atas pernyataan kaum Quraisy ketika selesai menjalankan ibadah haji yang disebutkan dalam ayat sebelumnya:

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu[126], atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu Bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. setelah ayat ini diturunkan Maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada Allah.

Asbabun nuzul ayat ini adalah kebiasaan orang kafir setelah pelaksanaan ibadah haji biasa menyebut dan membanggakan nasab orangtua dan nenek moyangnya. Hal ini diriwayatkan oleh Imam ibnu Juraiz dari imam Atho’ . mereka lalai dan lupa dari menyebut nama Allah dan mengagunkannya tetapi mereka malah menyebut nyebut dan membesarkan nama nenek moyang mereka sendiri. Lantas Allah menurunkan kepada nabi Muhamad Sallahu Alaihi Wasallama ayat ini:

فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا

Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu

Di sini seakan-akan Allah menekankan dan menegaskan bahwa dzikir itu hanya kepada Allah . Dzikir itu hanya layak dan pantas untuk Allah bukan untuk nenek moyang yang tiada memberi manfaat sama sekali. Bukan hanya dzikir biasa tapi dzikir yang lebih dahsyat dan keras lagi kepada Allah Subhanahu Wataalaa.

Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu Bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. setelah ayat ini diturunkan Maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada Allah.

Lanjutan dari ayat ini adalah:

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاق

Artinya: “Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

Sahabat Said bin Zubair meriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyahhalu Anhu, bahwa orang orang arab badui ada yang datang ke tempat wukuf seraya berdoa dan memohon “Ya Allah jadikanlah tahun ini tahun yang penuh bahagia, murah rejeki dan anak yang jadi penyejuk hati. Mereka tidak menyebut dalam doa mereka permintaan ahkirat sama sekali kecuali hanya permintaan dunia saja.

Maka Allah menurunkan lanjutan ayat ini kepada nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasalaam:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”[127].
[127] Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Maka inilah doa yang sempurna, doa yang diajarkan oleh Allah kapada nabi Muhammad SAW dan dari nabi diajarkan kepada sahabat hingga sampai kepada kita hari ini. Yaiu doa memohon kebaikan dunia dan ahirat atau biasa dikenal sebagai doa sapu jagat. Dengan doa ini maka sempurnalah permohonan seorang hamba kepada Allah meliputi kebaikan dunia ahirat.

BACA JUGA :   Manfaat Puasa Ramadhan Yang Jarang Di Ketahui Orang. Jangan Sampai Kita Menyesal Karena Tidak Mengetahuinya 

Apakah kebaikan dunia itu? Kebaikan dunia meliputi: kesehatah, rumah yang sejuk, istri atau suami yang soleh slehah, rejeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal soleh, kendaraan yang mendamaikan, pujian yang baik. Inilah permohona yang layak kita pinta kepada Allah untuk urusan dunia kita. Bukan sekedar harta melimpah, jabartan tinggi dan pasangan yang cantik jelita.

Bukan hanya permohona kebaikan dan kebahagiaan dunia yang Allah ajarkan kepada kita tetapi kebaikan dan kebahagiaan di akhirat kelak. Allah berfiman pada anjutan ayat diatas sebagai beriukt:

وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً

“Dan berikanlah kepada kami kebaikan di akhirat”

termasuk kebaikan ahirat adalah dmudahkan jalan menuju surga. Diberi kemudahan saat naza’ (datangnya maut) dan kemudahan saat menghadapi hari perhitungan amal (yaumil khisab).

Bukan hanya minta kebaikan dunia dan akhirat, kita juga minta sama Allah supaya diselamatkan dari siksa api neraka. Allah berfiman pada lanjutan ayat diatas sebagai berikut:

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan peliharalah Kami dari siksa api neraka”

Permintaan kita kepada Allah supaya kita dipelihara dari siksa api neraka dikandung maksud kita minta di mudahkan menjalankan sebab sebab atau amalan amalan yang gampang masuk surga. Sepeti rignan dan semangat menjalankan kebaikan sebanyak-banyaknya. Menjauhi segala perbuatan yang haram, dosa, dan subhat. Dimana semua hal ini apabila kita terlena bahkan menjalaninya maka serta merta kita akan berhadapan dengan murka Allah. Allah tidak akan melindungi kita. Kaena kita telah durhaka dan ber berani menerjang larangangaNya.

Imam Qosim bin Abdurrahman berkata Barangsiapa oleh Allah dikaruniai hati yang banyak bersyukur, lisan yang basah karena banyak berdikir dan tubuh yang banyak sabarnya karena lelah letih melakukan kebaikan dan kebajikan ibadah karena Allah sungguh mereka telah di karunia kebaikan di dunia, kebaikan di ahirat dan penjagaan dari siksa api neraka.”

Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa sapu jagat ini.

Imam bukhari meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik nabi bersabda:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول: “اللَّهم ربَّنا، آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Nabi muhammad selalu berdoa “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa nerak.”

كان أكثر دعوة يدعو بها رسول الله صلى الله عليه وسلم [يقول] : “اللهم ربَّنا، آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار

Kebanyak doa yang dibaca oleh rosululah saw adalah “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka.”

Dan sahabat Anas bin Malik jika hendak berdoa dengan suatu doa beliau selalu mengawali dengan doa sapu jagat ini.

Manfaat Doa Sapu Jagat

Terbukanya kebaikan kebaikan Allah untuk kita di dunia ini.
Meliput bertambahnya kesehatan. Dimana nikmat kesehatan mahal harganya. Nikmat sehat tidak bisa dinilai dengan uang. Bayangkan saja, saat kita sakit, uang berapapun pasti rela kita keluarkan agar kita bisa sehat kembali.
Rumah yang luas dan lapang. Ditandai dengan jiwa kita yang tenang dan damai. Jadi walau rumah sempit, kecil hidup terasa lapang dan bahagia. Karena sempit dan lapang ditentukan oleh suasana hati dan perasaan kita
Terbukanya peluang kebaikan di ahirat
Kita selalu memohon kepada Allah supaya dimudahkan menuju ahirat. Ahirat adalah tujuan utama. Terbukanya kebaikan di ahirat dimulai dari mudahnya proses naza’ atau pencabutan ruh oleh malaikat Izrail. Rahmat Allah datang pada kita pada saat hari perhitungan amal (yaumil khisab).

Dan hanya karena pertolongan Allah hingga ahirnya kita dimasukkan dalam golongan orang orang yang beruntung yaitu orang-orang yang memperoleh ridhoNya. Salah satu tanda Allah ridho adalah dimasukannya seorang hanba ke dalam surgaNya. Di mana di ahirat kelak hanya ada 2 pilihan tempat kembali, yaitu surga atau neraka.

Apalagi hanya karena rahmat dan pertolongan Allah semata seorang hamba bisa selamat dari jilatan api neraka dan masuk surga. Bukan karena amal dan ibadahnya ketika hidup di dunia ini.

Terbukanya peluang selamat dari api neraka yang menyala nyala
Lagi lagi, ahirat itu pasti. Tidak ada keraguan di dalamnya bagi orang yang beriman. Hidup manusia di dunia ini terbatas usia, suatu ketika kita akan mati dan di kubur dalam tanah. Tubuh kita akan menjadi santapan cacaing tanah. Walau tubuh dan jasad kita hancur lebur tetapi ruh kita akan menghadap  Allah dan mempetanggungjawabkan semuanya.

Di saat itulah kita selalu memohon kepadaNya agar kita diselamatkan dari kobaran api neraka.

Setelah mengetahui dan memahami hakekat dan keutamaan doa sapu jagat. Maka kita dengan yakin dan antusias akan mencoba mengamalkan doa ini setiap hari sesering mungkin. Bahkan bisa kita amalkan setiap selesai sholat 5 waku setiap hari secara kontinyu dan istiqomah. Semoga Allah menolong kita dengan rahmatNya hingga kita bisa selamat dunia ahirat dan kita dipelihara oleh Allah dari panasnya siksa api neraka yang meyala nyala.

By Abidzar

Penulis buku “Menjadi Remaja Emas”

Referensi: Tafsir Ibnu Kasir

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance