Dahsyatnya Membaca Doa Turun Hujan Dari Langit

doa ketika turun hujan lebat

Doa ketika turun hujan dari langit

Membaca doa turun hujan sangat penting bagi kita. Betapa tidak, hujan adalah karunia Allah yang sangat besar bagi manusia.

Mengapa? Karena dengan hujan, Allah menyirami bumi yang tandus menjadi gembur dan subur. Hujan mengandung begitu banyak manfaat dan keberkahan untuk manusia.

Air hujan yang  turun diserap oleh tanah, disimpan dalam tanah sebagai cadangan untuk kebutuhan manusia saat terjadi musin kemarau.

doa turun hujan
https://www.pexels.com

 

Begitu besar nikmat hujan yang telah diberikan oleh Allah untuk kita manusia. Maka kita sangat dianjurkan untuk banyak berdoa dengan doa turun hujan terutama saat turun hujan.

Semua doa kita baca dan kita panjatkan kepada Allah agar impian dan cita-cita kita dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Mengapa Kita berdoa ketika turun hujan?

kita berdoa merupakan wujud syukur kita kepada Allah atas limpahan nikmatnya berubah hujan yang turun dari langit. Bahkan, bukan sepatutnya kita mencela ketika turun hujan dari langit.

Bahkan bukan tanpa alasan kita berdoa ketika hujan turun dari langit.

Mengapa?

Sebab saat turun hujan merupakan salah satu waktu terbaik bagi kita untuk memanjatkan doa kepada Allah. Doa yang kita panjatkan kepada Allah ketika hujan turun merupakan salah satu cara kita bersyukur kepada Allah.

Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni-nya telah berkata bahwa “Kita dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun”. Hal ini seperti yang telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya “Carilah mustajabnya doa pada waktu yang tepat dan Mustajab yaitu pada tiga tempat; pertama ketika bertemu 2 musuh, kedua saat menjelang datangnya waktu salat. Ketiga, ketika turun hujan dari langit”.

 

doa turun hujan dan petir
Pexel.com

 

Bahkan,  sahabat nabi berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya “Ada 2 macam doa yang mustahil akan ditolak oleh Allah; yaitu doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan”.

Hujan ternyata membawa rahmat dan nikmat Allah yang jarang di sadari oleh manusia. Hujan yang berlebihan juga membawa bencana dan musibah bagi manusia dan alam semesta.

Mau tau, doa agar terhindar dari musibah? Silahkan baca artikel ini.

Inilah Doa agar terhindar dari musibah. Silahkan klik di sini ya

Doa ketika turun hujan dari langit

hujan turun dari langit

Banyak orang yang merasa susah, penuh rasa keluh kesah ketika turun hujan dari langit. Bayangkan saja ketika turun hujan dari langit mereka terhalang untuk pergi ke mana-mana. Ketika di jalan mereka terkena air hujan. Jalan jadi banyak air, berjalan jadi terganggu.

Padahal, sebenarnya mereka telah menerima belas kasih serta karunia yang besar dari Allah berupa turunnya hujan. Dalam keadaan seperti ini kitga sangat dianjrukan untuk memperbanyak membaca doa ketika turun hujan dari langit.

Aisyah radhiyallahu anha pernah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca doa ketika turun hujan dari langit dengan doa sebagai berikut ini:

اللَّهُمَّ صَيِبًا نَافِعًا

Artinya “Ya Allah limpahkan dan turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat untuk kami” (HR. Imam Ahmad Bukhari dan yang lainnya)

 

Jadi ketika turun hujan dari langit, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengapa kita perlu berdoa saat turun hujan dari langit?

Agar apa yang diberikan oleh Allah berupa hujan ini menjadi hujan yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Menjadi cadangan air di dalam tanah. Menyegarkan suasana dan cuaca.

 

Doa ketika turun hujan lebat

doa ketika turun hujan lebat

Terkadang hujan turun dengan derasnya. Sampai-sampai kita merasa takut dan khawatir, jangan-jangan akan terjadi banjir. Tentu, ini akan menjadi musibah yang menyakitkan bagi manusia. Nah, agar kita tidak merasa takut dan khawatir kita sangat dianjurkan untuk membaca doa ketika turun hujan lebat.

Dengan doa ini diharapkan Allah menjadikan hujan yang lebat itu menjadi hujan yang mudah dan penuh rahmat dan nikmat. Bukan menjadi hujan yang penuh dengan petaka dan musibah.

 

Suatu ketika, kota Madinah ditimpa oleh turunnya hujan setiap hari. Sehingga membuat tanaman dan binatang binatang terkena banjir. Seorang sahabat kemudian meminta kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam agar berdoa.

Sahaabt meminta nabi agar berdoa kepada Allah supaya cuaca menjadi cerah dan menyenangkan. Lantas nabi pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan doa sebagai berikut ini:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Artinya “Ya Allah limpahkan dan turunkanlah hujan di sekitar kami bukan hujan yang membuat bahaya kepada kami ya Allah turunkan kepada kami hujan di daerah dataran tinggi gunung gunung bukit lembah dan tempat pohonnya tumbuh” (HR. Bukhari Muslim)

Syekh imam Shohih As Sadlan menyatakan bahwa doa di atas sangat baik untuk dibaca ketika terjadi hujan yang sangat lebat dan kita khawatir dan takut kalau kalau hujan lebat tersebut membawa bahaya bagi manusia (Sumber: Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah)

Doa ketika hujan selesai turun dari langit

Alhamdulillah, hujan sudah reda. Bumi telah segar kembali. Air mengalir dengan derasnya. Cuaca menjadi dingin dan menyenangkan. Ketika hujan selesai turun, kita sangat dianjurkan  untuk berdoa kepada Allah setelah selesai turunnya hujan.

Selesai turunnya hujan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berikut adalah doa yang pas dan pantas untuk kita baca ketika hujan selesai turun:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Artinya “Tidaklah telah diberikan Anugerah hujan karena hujan yang mengandung karunia dan rahmatNya”

Suatu ketika Zaid bin Ali telah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu  Alaihi Wassalam saat melakukan salat subuh bersama para sahabatnya. Dimana pada malam harinya telah terjadi hujan yang sangat lebat.

Sebelum Rasulullah Shalallahu  Alaihi Wassalam pergi, beliau menemui para sahabat dan berkata “Apakah kalian mengetahui apa yang Rabb kalian katakan?”

sahabat menjawab “Sesungguhnya Allah dan rasulNya-lah yang lebih mengetahui”.

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Artinya: “Di waktu pagi hari, di antara para hamba hambaKu ada yang beriman dan ada yang kafir. Siapa yang berkata Muthirnaa di fadhlillahi wa rohmatihi Ilahi maka dia telah beriman kepada Allah dan kufur kepada binatang. Sedangkan barang siapa yang berkata muthirna Bidhuin Kazza Wa Kazza Dia kafir kepada Allah dan beriman kepada binatang” (HR. Muslim, Bukhari dan lainnya)

BACA JUGA :   Doa Naik Kendaraan Sesuai Sunnah Nabi Agar Selamat Sampai Tujuan

Amalan-amalan ketika turun hujan

Ketika hujan turun dari langit kita sangat dianjurkan untuk membaca beberapa amalan yang sangat baik untuk kita laksanakan.

Amalan-amalan tersebut merupakan sesuatu yang mampu mendatangkan pemahaman dan pengertian pentingnya mengenal Allah dengan benar dan baik. Cara kita mengetahui segala macam doa ketika turun hujan.

Kita juga perlu tahu amalan-amalan yang bisa kita lakukan saat hujan turun.

Berikut merupakan beberapa amalan yang bisa kita baca ketika turun hujan dari langit:

Mengambil berkah dengan air hujan

Sangat dianjurkan untuk mengambil sebagian air hujan dengan wadah. Terutama apabila hujan pertama kali turun setelah musim kemarau yang panjang.

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu Anhu berkata Sesungguhnya kami pernah tertimpa hujan bersama Rasulullah Shalallahu  Alaihi Wassalam. Beliau menggigil badannya, hingga hujan mengguyurnya. Lantas kami bertanya “Mengapa engkau melakukan demikian Ya Rasulallah kemudian Rasulullah bersabda:

لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

Artinya “Karena hujan ini baru saja diciptakan oleh Allah untuk kita”

Selanjutnya Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna dari hadits diatas adalah hujan merupakan salah satu rahmat Allah yang baru saja diberikan kepada kita.

Oleh karenanya Rasulullah Shalallahu  Alaihi Wassalam bermaksud mengambil berkah dari hujan tersebut.

Imam An-Nawawi juga mengatakan bahwa terdapat pendapat atau dalil dari ulama Syafi’iyah yang sangat menganjurkan untuk menyingkap badan selain aurat saat awal turun hujan.

Semua semata-mata untuk mendapatkan berkah dari air hujan yang baru saja turun itu.

Hal ini disampaikan oleh para sahabat termasuk Ibnu Abbas. Ibnu Abbas telah berkata:

أَنَّهُ كَانَ إِذَا أَمْطَرَتِ السَّمَاءُ، يَقُوْلُ: “يَا جَارِيَّةُ ! أَخْرِجِي سَرْجِي، أَخْرِجِي ثِيَابِي، وَيَقُوْلُ: وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكاً

Artinya “Saat turun hujan beliau berkata keluarkanlah pelanaku juga bajuku. Beliau lantas membaca ayat yang berarti “Dan kami telah menurunkan air hujan dari langit  yang banyak mengandung Barokah” (Qs.Qaf 50:9)

 

Dilarang mencela air hujan

jangan mencela air hujan

Banyak orang yang tidak paham akan hakikat hujan yang sebenarnya. Mereka hanya melihat hujan sebagai sebuah gangguan.

Mereka melihat ketika turun hujan mereka tidak bisa keluar dari rumah. Mereka lihat ketika turun hujan, rumah, sungai meluap seakan-akan berada di penjara yang besar.

Padahal, hujan merupakan nikmat Allah yang luar biasa. Kita sangat dilarang untuk mencela hujan, baik itu hujan yang turunnya kecil ataupun hujan yang lebat.

Karena setiap kata-kata dan perkataan kita bisa bernilai dosa ataupun pahala. Semua tergantung dengan niat kita saat mengucapkannya. Semua ucapan kita tercatat rapi dalam catatan malaikat sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya : “Tidak ada ucapan apapun yang diucapkan melainkan dicatat oleh malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf 50 : 18)

Rasulullah Shalallahu  Alaihi Wassalam juga telah banyak beri nasehat kepada kita untuk tidak banyak menyalahkan keadaan yang tidak kita sukai. Seperti Beliau pernah melarang kita mencela waktu dan angin, sebab keduanya sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.

Tentu hal ini berbeda apabila kita bercerita kepada seseorang atau teman kita tentang terjadinya hujan misalnya “Hari ini telah terjadi hujan yang sangat deras sehingga saya tidak bisa berangkat ke kantor”.

Apakah kalimat di atas tidak bisa dikategorikan sebagai keluhan atas turunnya hujan? tetapi ini hanya semacam berita yang kita sampaikan kepada seseorang bahwa telah terjadi hujan yang sangat lebat.

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa kita sangat dilarang untuk mencela turunnya hujan?

Sebab secara tidak langsung, ketika terjadi hujan dan kita mencelanya maka sungguh kita telah mencela pencipta hujan itu. Kita semua tahu, bahwa hujan itu diciptakan dan diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak satupun makhluk Allah yang mampu menurunkan dan menjadikan hujan turun dari langit tanpa seizinNya.

Berwudhu dengan air hujan

Saat hujan turun dari langit, kita sangat dianjurkan untuk berwudhu dengan menggunakan air hujan tersebut.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Yusuf bin Al Hadi. Ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika melihat hujan yang mengalir deras, beliau bersabda:

اُخْرُجُوا بِنَا إلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ طَهُورًا ، فَنَتَطَهَّرَمِنْهُ وَنَحْمَدَ اللّهَ عَلَيْهِ

Artinya : “Keluarlah bersama kami menuju air yang Allah jadikan sebagai alat untuk berzuci” Lalu kami semua bersuci menggunakan air tersebut dan memuji nikmat Allah.

Dari informasi ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa air hujan juga bisa menjadi media bagi kita untuk mensucikan diri. Maka dalam ilmu fiqih air hujan merupakan salah satu air yang suci dan mensucikan.

Doa untuk memindahkan hujan ke tempat lain

doa memindah hujan

Suatu ketika ketika terjadi hujan yang sangat lebat. Padahal, di rumah kita ada acara hajatan misalnya. Kita bisa membaca doa tertentu kepada Allah agar hujan dipindahkan ke tempat lain. Agar hajat kita tidak terganggu oleh turunnya hujan.

Hal ini diperbolehkan oleh agama. Ini bukan berarti kita memerintah Allah untuk memindah hujan atau bukan berarti kita tidak Ridha dengan ketentuan Allah.

Bahwa Allah menurunkan hujan pada saat itu di sekitar kita, bukan. Tetapi agar hujan itu tidak membahayakan bagi acara hajatan kita. Berikut doa yang dibaca untuk memindahkan air hujan ke tempat lain:

اللَّهمَّ حوالَيْنَا ولا عَلَينَا، اللَّهُمَّ علَى الآكَامِ والظِّرَابِ، وبُطونِ الأوديةِ ومنَابِتِ الشَّجَر

“Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR. Bukhari: 1/224 dan Muslim: 2/614)

Dalam sebuah riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh sahabat Ubay Bin ka’ab, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda “Janganlah kalian mencaci angin.

Lalu apabila engkau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kalian maka hendaklah kalian berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيْحَ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيْحَ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Al-Tirmidzi)

 

Jadi, hujan merupakan anugerah dari Allah dan hak prerogatif  Allah. Walau begitu, kita masih tetap punya kesempatan untuk memohon dan berdoa kepada Allah agar hujan itu bisa dipindahkan ke tempat lain.

Tentu semua hak allah. Apakah Allah memindah hujan atau Allah tetap akan menurunkannya di sekitar tempat kita. Tentu kita harus pasrah kepada Allah atas segala keputusannya.

Kita selalu berharap dan berdoa agar hujan yang Allah turunkan ini merupakan hujan yang bermanfaat untuk kehidupan, mengalirkan air, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan harian air manusia setiap hari.
Sehingga bagaimanapun keadaannya, kita akan selalu menjadi hamba Allah yang bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

 

Di tulis oleh Abi Daril Hasan 

Santri PP. Raudlatut Thalabah , Banyuwangi Jawa Timur 

 

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*