Review Novel Ayahku Bukan Pembohong Karya Tere Liye

Review Novel Ayahku Bukan Pembohong Karya Tere Liye

fataya.co.id –¬†Hai semuanya! Kali ini kita akan memberikan review novel Ayahku Bukan Pembohong karya Tere Liye. Novel ini telah menjadi salah satu karya yang sangat populer di Indonesia dan telah mencetak banyak penggemar setia. Dalam artikel ini, saya akan memberikan review lengkap mengenai novel ini, mulai dari identitasnya hingga kesan yang saya dapat setelah membacanya.

Penulis terkenal, Tere Liye, menulis novel “Ayahku Bukan Pembohong” yang pertama kali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011. Hingga saat ini, novel ini telah dicetak sebanyak lebih dari 25 kali dengan tiga versi cover yang berbeda. Saya sendiri membaca cetakan keduapuluh satu dari novel ini.

Novel ini adalah novel yang mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Dam, yang dibesarkan dengan segala cerita hebat dari masa muda ayahnya. Cerita-cerita itu terdengar seperti dongeng, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan Dam tentang kesederhanaan, keberanian, dan kejujuran. Namun, ketika Dam sudah dewasa, ia mulai meragukan kebenaran cerita-cerita itu, dan bahkan membenci ayahnya yang dianggapnya sebagai pembohong.

Apakah ayahnya benar-benar pembohong? Apa makna di balik cerita-cerita itu? Bagaimana Dam bisa memaafkan ayahnya sebelum terlambat? Mari kita simak review novel Ayahku Bukan Pembohong berikut ini.

Table of Contents

Identitas Novel Ayahku (Bukan) Pembohong

Judul : Ayahku Bukan Pembohong
Pengarang : Tere Liye
Edisi : Cetakan ke-21
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (Jakarta, 2018)
Deskripsi Fisik : 299 hlm, 21 cm
ISBN : 9786020331584

Sinopsis Ayahku Bukan Pembohong

Novel Ayahku Bukan Pembohong karya Tere Liye adalah sebuah kisah yang mengangkat tema keluarga, kejujuran, dan pengorbanan. Sinopsis novel ini bercerita tentang Dam, seorang remaja yang tidak percaya dengan cerita-cerita ayahnya yang luar biasa, seperti tentang suku Penguasa Angin, persahabatannya dengan pemain bola terkenal El Prince, dan ibu Dam yang merupakan bintang televisi.

Dam merasa kecewa dan marah kepada ayahnya, yang menurutnya hanya mengarang-ngarang dongeng untuk menutupi kesederhanaan hidup mereka. Namun, setelah ayahnya meninggal, Dam menemukan bukti bahwa cerita-cerita ayahnya benar adanya.

Dam pun menyesal telah menuduh ayahnya sebagai pembohong dan ingin meminta maaf. Dam kemudian menceritakan kisah-kisah ayahnya kepada anak-anaknya, Zas dan Qon, yang sangat menyukai dongeng-dongeng kesederhanaan hidup.

Review Novel Ayahku Bukan Pembohong Karya Tere Liye

Review Novel Ayahku Bukan Pembohong Karya Tere Liye

Review Novel Ayahku Bukan Pembohong Karya Tere Liye berdasarkan tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, adalah sebagai berikut:

Tema yang Diambil dari Novel Ayahku Bukan Pembohong

Tema utama yang diangkat dalam novel ini adalah tentang hubungan antara seorang anak dengan ayahnya. Tere Liye dengan sangat cerdas menggambarkan betapa pentingnya peran seorang ayah dalam kehidupan anak-anaknya. Melalui kisah yang penuh emosi dan mengharukan, novel ini mengajarkan kita untuk menghargai dan mencintai ayah kita dengan segenap hati.

Latar yang Ada di Novel Ayahku Bukan Pembohong

Latar yang ada dalam novel ini sebagian besar berpusat di kota kecil bernama Cimahi. Penulis menggambarkan kota ini dengan sangat detail, mulai dari suasana pedesaan yang tenang hingga kehidupan sehari-hari penduduknya. Tere Liye berhasil menghadirkan gambaran yang begitu jelas sehingga kita seolah-olah bisa merasakan kehangatan dan keindahan kota tersebut.

Alur Cerita Ayahku Bukan Pembohong

Dalam “Ayahku Bukan Pembohong,” alur cerita terdiri dari kombinasi alur maju dan alur mundur. Alur maju mengikuti perkembangan Dam dari masa kecil hingga dewasa, sementara alur mundur mengarah pada kisah-kisah ayah Dam dari masa mudanya hingga akhir hayatnya.

Penyajian alur cerita oleh Tere Liye tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menggugah emosi pembaca. Penulis berhasil membangun ketegangan dan kejutan di setiap babnya, membuat pembaca terus terpaku pada cerita ini. Selain itu, gaya penulisan Tere Liye yang sederhana dan lugas membuat novel ini mudah dipahami dan dinikmati oleh pembaca dari berbagai kalangan.

Tokoh dan Penokohan Novel Ayahku Bukan Pembohong

Novel Ayahku Bukan Pembohong karya Tere Liye menghadirkan beberapa tokoh yang memiliki karakteristik dan peran yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa tokoh utama dan penokohan dalam novel ini:

  1. Dam: Dam adalah tokoh protagonis yang menceritakan kembali kisah-kisah ayahnya dan pengalaman-pengalamannya sendiri. Dam memiliki sifat baik, penurut, serba ingin tahu, tidak mudah percaya, dan cerdas. Dam tumbuh dengan mendengar banyak cerita yang dikisahkan oleh ayahnya, tetapi saat dewasa ia merasa kecewa dan marah karena menganggap ayahnya sebagai pembohong. Dam berusaha menjauhkan anak-anaknya, Zas dan Qon, dari kakek mereka. Dam baru menyadari kesalahannya setelah ayahnya meninggal dan menemukan bukti bahwa cerita-cerita ayahnya benar adanya.
  2. Ayah: Ayah adalah tokoh deuteragonis yang sering menceritakan kisah-kisah masa lalunya yang luar biasa kepada Dam. Ayah memiliki sifat jujur, sederhana, penyayang, bijaksana, dan baik. Ayah berasal dari suku Penguasa Angin, sebuah suku yang memiliki kemampuan mengendalikan angin. Ayah menceritakan kisah-kisahnya sebagai cara untuk mendidik Dam agar menjadi orang yang hebat, bahagia, dan bersyukur. Ayah meninggal karena sakit, tetapi sebelumnya ia sempat memberikan surat dan barang-barang berharga yang membuktikan kebenaran kisah-kisahnya.
  3. Zas dan Qon: Zas dan Qon adalah anak-anak Dam yang sangat menyukai dongeng. Zas dan Qon memiliki sifat polos, ceria, dan penasaran. Zas dan Qon sering mendengarkan kisah-kisah ayah Dam yang diceritakan oleh kakek mereka. Zas dan Qon sangat sayang dan dekat dengan kakek mereka. Zas dan Qon juga sering menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti oleh mereka kepada ayah Dam.
  4. Ibu Dam: Ibu Dam adalah istri ayah Dam dan ibu dari Dam. Ibu Dam adalah seorang selebriti yang telah memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya dan menikah dengan ayah Dam. Ibu Dam memiliki sifat penyayang, peduli, dan perhatian. Ibu Dam meninggal saat Dam masih kecil karena kecelakaan mobil.
  5. El Prince: El Prince adalah seorang pemain bola terkenal yang pernah berteman dengan ayah Dam. El Prince memiliki sifat sombong, angkuh, dan iri. El Prince tidak suka dengan ayah Dam karena merasa kalah dalam segala hal. El Prince pernah mencoba untuk merebut ibu Dam dari ayah Dam, tetapi gagal. El Prince juga pernah mencoba untuk menghancurkan karier ayah Dam, tetapi juga gagal.

Sudut Pandang dari Cerita Ayahku Bukan Pembohong

Dalam “Ayahku Bukan Pembohong,” digunakan sudut pandang orang pertama, di mana Dam menceritakan kembali kisah-kisah ayahnya dan pengalaman-pengalamannya sendiri. Melalui sudut pandang ini, pembaca dapat merasa lebih dekat dan terlibat secara emosional dengan perjalanan karakter Dam.

Gaya Bahasa yang Ada di Cerita Ayahku Bukan Pembohong

Gaya bahasa yang ada di novel Ayahku Bukan Pembohong karya Tere Liye sangat menarik dan mengundang perhatian. Tere Liye memiliki keahlian dalam menggambarkan suasana dan emosi dengan kata-kata yang indah dan mengalir. Ia juga menggunakan gaya bahasa yang sederhana namun penuh makna, sehingga membuat pembaca terhubung dengan cerita dengan mudah.

Salah satu contoh gaya bahasa yang menarik adalah penggunaan perumpamaan atau metafora. Tere Liye sering menggunakan perumpamaan yang unik dan kreatif untuk menggambarkan situasi atau perasaan tokoh-tokoh dalam cerita. Misalnya, ia menggambarkan kebahagiaan tokoh utama dengan mengatakan, “Seperti kupu-kupu yang terbang bebas di taman bunga, hatiku berdesir bahagia.” Perumpamaan ini membuat pembaca dapat membayangkan dengan jelas perasaan tokoh tersebut.

Nilai Moral Novel Ayahku Bukan Pembohong

Tere Liye dalam novel “Ayahku Bukan Pembohong” menghadirkan banyak nilai moral yang dapat pembaca ambil. Salah satu nilai moral yang terungkap dalam novel ini adalah pentingnya kejujuran dan integritas dalam kehidupan. Selalu bersyukur serta memiliki hati yang lapang dan bersih. Novel ini mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita miliki dan tidak iri dengan orang lain. Novel ini juga menunjukkan bahwa hidup sederhana tidak berarti tidak bahagia, tetapi justru bisa lebih berarti dan berdampak.

Pesan yang Dapat Diambil dari Novel Ayahku Bukan Pembohong

  1. Kita harus menghargai dan menyayangi orang tua kita, terutama ayah kita, yang telah berkorban dan berjuang untuk kebahagiaan kita. Kita tidak boleh menuduh atau meragukan ayah kita tanpa mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Kita harus meminta maaf jika kita telah bersikap tidak baik kepada ayah kita.
  2. Kita harus jujur dan percaya bahwa kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Kita tidak boleh berbohong atau menipu orang lain untuk mendapatkan keuntungan atau simpati. Kita harus menghadapi konsekuensi dari perbuatan kita dan bertanggung jawab atasnya.

Penutup

Dengan alur yang menggugah emosi, tokoh-tokoh yang kuat, dan pesan moral yang mendalam, novel “Ayahku Bukan Pembohong” karya Tere Liye berhasil merangkul pembaca dalam perjalanan penuh kejutan dan pengajaran. Melalui sudut pandang yang intim dari sang protagonis, Dam, pembaca diajak untuk merenung tentang arti kejujuran, pengorbanan, dan cinta dalam hubungan keluarga. Gaya bahasa khas Tere Liye menciptakan gambaran yang hidup tentang latar kota Cimahi, memberikan suasana yang dapat dirasakan oleh pembaca sepanjang cerita.

Kesederhanaan latar dan kebijakan alur yang terbilang maju dan mundur menjadikan novel ini tidak hanya sekadar kisah, tetapi refleksi mendalam tentang kehidupan dan kebenaran yang kadang tersembunyi di balik cerita-cerita indah. Sebuah karya yang memikat hati dan mengajak untuk menghargai setiap detik kehidupan.

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*