Kisah Nabi Sulaiman Menundukkan ratu Balqis

Ratu Balqis datang di negeri Sulaiman

Kisah Nabi Sulaiman Menundukkan ratu Balqis

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Sumber gambar: unikmenggelitik

Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi yang memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan dibanding nabi yang lain.

Bagaimana tidak, Nabi Sulaiman adalah satu-satunya nabi yang oleh Allah dikaruniai mukjizat bisa berbicara dengan hewan, bahkan jin.

 

Bukan hanya itu, Nabi Sulaiman juga Allah karuniai kelebihan bisa menundukkan hewan-hewan.

Nabi Sulaiman merupakan putra dari Nabi Daud Alaihissalam. Keturunan nabi Ibrahim ke-13.

Ketika Nabi Daud Alaihissalam meninggal dunia, Allah menggantikan Nabi Sulaiman sebagai raja yang menjadi ahli waris dan tahta kerajaan. Nabi Sulaiman juga melanjutkan dakwah Daud mengajak umat kepada kebenaran Islam.

 

Kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud Hud

Kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud Hud

Sumber gambar: fokuslintas

Mungkin Anda pernah mendengar, ada banyak cerita tentang Nabi Sulaiman dan Burung Hud. Burung hud-hud adalah seekor burung yang dikenal banyak berkorban untuk perjuangan Nabi Sulaiman.

Burung hud-hud, seekor burung yang banyak membawa berita. Salah satu mukjizat Allah yang diberikan kepada Nabi Sulaiman adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan dan binatang.

 

Dengan ijin Allah, Nabi Sulaiman mampu untuk berkomunikasi dengan burung dan menaklukannya. Sehingga Nabi Sulaiman bisa memerintahkan sesuatu kepada burung Hud Hud. Ini adalah salah satu mukjizat Nabi Sulaiman dalam rangka untuk memperkuat dakwah dan bala tentara Nabi Sulaiman.

 

Dikisahkan bahwa burung hud-hud membawa kabar dari negeri Saba. Dia telah menemui seorang raja. Dimana raja ini adalah seorang wanita. Mereka tidak menyembah Allah Tetapi mereka menyembah matahari.

 

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan kepada burung hud-hud untuk membawa sepucuk Surat kepada raja wanita ini. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ. اذْهَبْ بِكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهِ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ

Berkata Sulaiman, “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku, ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” 

 

kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud Hud ini di abadikan di dalam Al Quran Surat An Naml ayat 27. Di mana dari kisah ini kita bisa banyak menerima manfaat, hikmah yang tak terkirakan.

 

Lantas, siapakah burung hud hud itu?

Dikisahkan bahwa burung hud-hud merupakan salah satu jenis burung pelatuk yang Allah disebutkan di dalam Al Quran.

Surat An Naml di atas menceritakan bahwa burung hud hud membawa kabar dari negeri Saba. Burung hud-hud memberi kabar kepada Nabi Sulaiman bahwa ia telah menemui dan melihat seorang wanita.

Seorang wanita yang menjadi raja. Dia oleh Allah dianugerahi kekayaan, kerajaan. Tetapi sayang sekali, dia tidak mau menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Malah, dia menyembah matahari.

 

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran sebagai berikut:

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ 

Artinya “Dan dia(Sulaim an   memeriksa burung-burung lalu dia berkata Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud karya termasuk yang tidak hadir”

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi karunia besar kepada seekor burung hud hud itu.

Di mana, dia mampu secara fisik, tenaga daya ingat untuk menjelajah dan melalang buana di angkasa dalam jarak yang jauh dan dia tidak tersesat. Sehingga dia bisa kembali dengan selamat menghadap Nabi Sulaiman.

 

Berikut ini adalah ciri khas dari burung Hud Hud. Diantara ciri-ciri Burung Hud adalah dia punya ciri fisik; paruh dan jambul yang panjang.

Mulai dari kepala, dada, leher dan punggung berwarna coklat dan ujung jambulnya berwarna hitam.

Ukuran burung hud-hud ini mencapai 30 cm, jauh lebih besar daripada burung merpati.  Burung hud-hud ini juga punya suara khas dengan kepala yang sering mengangguk-ngangguk.

Ketika burung ini merasa ada ancaman dan bahaya, maka serta merta jambulnya akan terangkat ke atas.

 

Kisah Nabi Sulaiman di dalam Al  Quran

Kisah Nabi Sulaiman di dalam Al  Quran

Gambar: Sutori

Banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang menceritakan tentang Nabi Sulaiman. Hal ini menunjukkan bahwa kisah kehidupan, perjuangan dan dakwah nabi Sulaiman adalah kisah perjuangan yang layak dicontoh dan diteladani.

Baca juga Kisah nabi Ibrahim yang fenomenal

 

Salah satu impian dan cita-cita Nabi Sulaiman adalah menjadi seorang raja yang menguasai dunia. Sebuah kerajaan yang penduduknya makmur secara ekonomi, punya spiritual tinggi dan dekat dengan Allah.

 

Sehingga Negara yang dipimpin oleh raja Sulaiman adalah sebuah negara baldatun toyyibatun warobbun Ghofur. Doa Nabi Sulaiman ini diabadikan oleh Allah di dalam Al Quran surat Shaad ayat 35:

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

“Allah berfirman Dia berkata “Ya Tuhanku ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku. Sungguh, engkau Allah yang Maha Pemberi” (QS. Shaad: 35)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan doa dan permohonan Nabi Sulaiman ini. Sehingga Nabi Sulaiman mempunyai kerajaan yang sangat kuat, tangguh.

Bukan hanya itu, Nabi Sulaiman oleh Allah juga dikaruniai kemampuan berkomunikasi dengan hewan, burung, bahkan bisa berkomunikasi dengan jin.

 

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Kisah Nabi Sulaiman dan Raja Balqis

Gambar: steemit

Sebagaimana yang sudah penulis bahas diatas bahwa burung hud-hud oleh Nabi Sulaiman diperintahkan untuk mengawasi, melihat dan memperhatikan perkembangan negeri Saba’.

Negeri Saba’ adalah sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang Ratu bernama Ratu Balqis. Sesampai di negeri Saba’, burung hud hud selanjutnya melemparkan surat yang berupa amanat dari Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis.

Dengan penuh kehati-hatian, Ratu Balqis memegang dan membuka surat penting ini. Surat ini dibaca dengan seksama.

Ternyata dalam surat itu Sulaiman Alaihissalam mengajak kepada Ratu Balqis dan seluruh rakyatnya untuk menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal ini sebagaimana firman Allah di dalam Al Quran surat An-Naml ayat 29-31

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلأ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ (29) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (30) أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ (31)

“Dia berkata (Balqis) ‘Hai pembesar-pembesar Sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat ini dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya “Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan Datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (QS. An Naml: 29-31)

 

Ratu Balqis membaca isi surat ini dengan seksama. kemudian dia mengumpulkan para punggawa dan pembesar kerajaan. Dia mengajak mereka untuk menemui Sulaiman.

Para punggawa kerajaan banyak yang menolak ajakan ratu Balqis menemui Sulaiman.

Mereka berkata “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga memiliki keberanian yang sangat dalam perang dan keputusan ada di tangan Anda. Maka pertimbanganlah hal yang akan engkau perintahkan”.

Ratu Balqis adalah seorang ratu yang bijaksana. Dia memilih jalan damai. Dia tidak suka dengan peperangan.

Ada pendapat dari pembesar kerajaan bahwa Nabi Sulaiman mungkin iri dengan kekayaan yang dia miliki. Di mana negerinya yang makmur, sentosa. Sehingga dia ingin menyerang negeri Saba’.

Singkat cerita Ratu Balqis membuat keputusan mengirim sebuah hadiah kepada Nabi Sulaiman. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Sulaiman dengan hadiah yang dia kirim. Para punggawa kerajaan setuju dengan ide cerdik dan cerdas dari Ratu Balqis Ini.

Hadiah ini adalah sebuah kepingan emas permata, dibungkus dengan kain sutra.

Para utusan Ratu Balqis segera berangkat ke negeri Sulaiman membawa hadiah yang telah disiapkan oleh Ratu Balqis ini.

Dalam beberapa hari utusan Ratu Balqis telah sampai di negeri Sulaiman. Mereka segera menuju istana raja Sulaiman dan menyerahkan hadiah dari Ratu Balqis kepada Sulaiman.

Dihadapan Sulaiman, mereka menyampaikan salam dari Ratu Balqis dan menyampaikan hadiah dari Ratu Balqis khusus untuk Raja Sulaiman.

Raja Sulaiman tidak mau menerima hadiah tersebut. Utusan Ratu Balqis sangat takjub dan terkejut, bahkan terkesima dengan istana raja Sulaiman yang sangat indah dan memesona.

Mereka juga takjub dengan pasukan yang dimiliki oleh raja Sulaiman. Di mana pasukan raja Sulaiman bukan hanya terdiri dari prajurit yang gagah perkasa tapi di antara mereka ada hewan dan bangsa jin.

Bahkan mereka menyadari bahwa mereka sangat kecil dihadapan Raja Sulaiman.

Hadiah yang mereka bawa seakan-akan tidak ada nilainya di hadapan Sulaiman.

Raja Sulaiman berkata kepada para utusan ratu Balqis “Apakah pantas kalian menolong aku dengan harta. Sedangkan Allah telah mengaruniakan kepada aku begitu banyak harta yang berlimpah daripada yang Allah berikan kepada negerimu. Namun kalian bangga dengan hadiah yang kalian bawa.

Sekarang kembalilah ke negeri kalian. Sungguh kami akan mendatangi negeri kalian dengan bala tentara yang tidak akan dapat kalian lawan dan Pasti Kami akan mengusir kalian dari negeri itu dengan hina. Dan kalian akan menjadi tawanan-tawanan kami yang hina”.

Nabi Sulaiman menyampaikan pesan dakwah dengan nada tinggi.

Selanjutnya orang-orang utusan Ratu Balqis segera pulang ke negerinya. Mereka kembali ke negeri Saba dengan hati kecil dan kecut.

Mereka segera menghadap Ratu Balqis dan menyampaikan pesan Sulaiman bahwa dia menolak hadiah yang dia kirimkan. Dan dia akan mengirim bala pasukan yang sangat besar jika Ratu Balqis tidak mau menyembah Allah.

 

Singgasana Ratu Balqis

Para utusan Ratu Balqis telah sampai di negeri Saba’ dengan selamat. Mereka segera menemui Ratu Balqis dan menyampaikan amanat Nabi Sulaiman. Mereka bercerita tentang dahsyatnya kekuatan tentara Raja Sulaiman.

Ratu Balqis masih ragu dengan apa yang diceritakan oleh utusannya. Dia ingin melihat sendiri kerajaan Sulaiman. Ratu Balqis mengajak para pembesar kerajaan untuk berangkat menuju istana raja Sulaiman.

Saat Ratu Balqis sudah mendekati kerajaan Sulaiman, Raja Sulaiman ingin menunjukkan betapa besar kekuatan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lantas Raja Sulaiman ingat dengan Singgasana Ratu negeri Saba’ yang sangat dibanggakan oleh Ratu Balqis dan dikagumi oleh seluruh rakyatnya.

Sebuah singgasana yang sangat indah, menawan, ditaburi emas dan intan permata.

Dalam sebuah forum istana, raja Sulaiman berkata kepada para pembesarnya “Hai para pembesar-pembesar, Aku  ingin tahu, siapa di antara kalian yang sanggup membawa singgasana ratu Balqis kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran QS An naml 38:

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ 

Sulaiman berkata, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?” (QS. An Naml: 38)

Dan yang menjawab pertama kali pertanyaan Sulaiman ini adalah jin Ifrit. Jin Ifrit adalah seorang jin yang  ditundukkan oleh Allah untuk nabi Sulaiman.

قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ 

“Jin Ifrit berkata  “Aku akan datang kepadamu dengan membawa Singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat duduk mu. sesungguhnya aku benar benar kuat membawanya dan dapat di percaya”. (QS. An Naml: 39)

 

Setelah berselang beberapa waktu, singgasana ratu Balqis belum juga sampai di hadapan raja Sulaiman. Karena memang jarak antara negeri Sulaiman dengan istana Ratu balqis ratusan kilometer.

Sebagaimana termaktub dalam Al Quran sebagai berikut:

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

 

“Tiba-tiba seseorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab dia berkata “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. Ketika sulaiman melihat singgasana benar-benar ada di hadapannya, lantas dia berkata “ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, Apakah aku bersyukur atau mengingkari atas nikmatNya ini.

Barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.  (QS. AN Naml: 40)

BACA JUGA :   Kisah nabi Daud berjuang dan berdakwah dengan kekuatan

Inilah s alah satu keutamaan dan kemuliaan yang Allah karuniakan kepada seorang yang ahli ilmu (kitab). Ilmu adalah solusi dari segala masalah. Ilmu  adalah kunci percepatan dan keajaiban.

 

Ratu Balqis datang di negeri Sulaiman

Ratu Balqis datang di negeri Sulaiman

Gambar: kompasiana

Sementara itu, Ratu Balqis dan para pembesar kerajaannya telah sampai di negeri Sulaiman. Mereka sampai walau harus melewati perjalanan jauh yang melelahkan selama beberapa hari.

Sulaiman menyambut mereka dengan gembira. Hal ini sebagaimana dikisahkan di dalam Al Quran surat An-Naml ayat 42, Allah berfirman:

 فَلَمَّا جَاءَتْ قِيلَ أَهَكَذَا عَرْشُكِ قَالَتْ كَأَنَّهُ هُوَ وَأُوتِينَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ

“Dan ketika Balqis datang di tanyakanlah kepadanya ‘Serupa Inikah Singgasanamu?’ Dia menjawab ‘Seakan-akan Singgasana ini Singgasanaku. Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri” (QS. Anml: 42)

Tahukah kamu, bahwa yang dimaksud pengetahuan disini adalah pengetahuan tentang kenabian Sulaiman Alaihissalam.

Sesungguhnya Ratu Balqis telah tahu bahwa Sulaiman adalah seorang nabi sebelum Sulaiman memindahkan Singgasananya dari negeri Saba ke negeri Sulaiman dalam waktu yang sangat cepat.

 

Ratu Balqis sangat terkesima dan tercengang saat melihat singgasananya ada disana. Awalnya, sedikit ia merasa ragu. Apakah benar itu singgasana yang ada di istananya. Ia berpikir bagaimana mungkin singgasana itu bisa sampai sebelum dirinya datang.

Dia kembali menjadi ragu. Beberapa bagian singgasana berubah sama sekali. Setelah Ratu Balqis bingung dan ragu saat ia menjawab sepertinya benar. Lantas dia berkata ‘Ini adalah singgasana aku. Bagaimana kamu memindahkan Singgasanaku ke sini’.

Lantas Sulaiman berkata ‘Allah telah memberi pengetahuan kepadaku dan aku adalah orang yang Berserah diri kepada Allah’.

selanjutnya Ratu Balqis benar-benar yakin dan percaya bahwa itu benar-benar Singgasana kerajaan Saba.

Dengan penuh ramah Nabi Sulaiman mempersilahkan Ratu Balqis dan punggawa kerajaannya masuk ke dalam istana. Saat masuk istana, Ratu Balqis menyingkap kain bajunya dan nampaklah 2 betisnya. Dia menyangka bahwa lantai istana penuh dengan air. Dia takut tercebur kedalam air.

Nabi Sulaiman pun berkata “Ini hanyalah lantai istana yang dilapisi dengan kaca tipis dan licin”. Serta-merta Ratu Balqis merasa kecil dan tersipu malu.

Ratu Balqis beriman kepada Allah. Sejak awal, Ratu Balqis sudah menaruh simpati kepada Nabi Sulaiman bahwa dia adalah seorang yang benar-benar Nabi utusan Allah.

Tetapi karena merasa gengsi dihadapan para penggawa kerajaannya. Dia menahan diri untuk mengimani Allah dan Sulaiman sebagai Tuhan dan rasulNya.

Ratu Balqis mulai menyadari kesalahannya di mana dia selama ini telah tersesat menyembah matahari.

Padahal, matahari adalah sebuah ciptaan Allah yang Allah perintahkan untuk menerangi alam semesta di dunia ini.

Hal ini sebagaimana firman Allah di dalam Al Quran:

وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَعْبُدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كَافِرِينَ

“Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah menjaga untuk melahirkan keislamannya karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir” (QS An-Naml: 43)

Selanjutnya Ratu Balqis menyatakan diri masuk Islam dan dia berkata:

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Ya Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diriku sendiri. Aku berserah diri kepada- Mu bersama Sulaiman pada Allah Tuhan seluruh alam semesta (QS. An Nml: 44)

Mukjizat Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi dan rasul yang Allah dikaruniai beberapa mukjizat. Dimana mukjizat ini Allah berikan kepada Nabi Sulaiman dalam rangka untuk menunjukkan dan mengalahkan kesombongan kaumnya.

Inilah Mukjizat nabi Muhammad yang sangat dahsyat

 

Berikut beberapa mukjizat Nabi Sulaiman Alaihissalam:

Memahami suara burung

Salah satu mukjizat yang Allah karuniakan kepada Nabi Sulaiman adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan burung. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat An Naml 16:

وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata ‘Wahai manusia kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua ini benar-benar karunia dari Allah yang nyata” (QS An-Naml 16)

 

Pasukan jin

Salah satu mukjizat berikutnya yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman adalah pasukan hewan. Bisa dibayangkan jika suatu kerajaan menjadi kuat karena diperkuat dengan kekuatan pasukan Jin. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat An Naml  ayat 17:

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan)”. (QS. An Naml  ayat 17)

 

Kisah Nabi Sulaiman dan semut

Kisah Nabi Sulaiman dan semut

Gambar: laduni

Disebutkan di dalam kitab tafsir Al Qur’an Al Azhim karya Imam Ibnu Katsir. Beliau mengutip sebuah riwayat Imam Ibnu Abu Hatim sebagai berikut:

وقد قال ابن أبي حاتم: حدثنا أبي، حدثنا محمد بن بشار، حدثنا يزيد بن هارون، أنبأنا مسعر، عن زيد العمي، عن أبي الصديق الناجي قال: خرج سليمان عليه السلام يستسقي، فإذا هو بنملة مستلقية على ظهرها، رافعة قوائمها إلى السماء، وهي تقول: اللهم إنا خلق من خلقك، ولا غنى بنا عن سقياك، وإلا تسقنا تهلكنا. فقال سليمان عليه السلام: ارجعوا فقد سقيتم بدعوة غيركم

Ibnu Abi Khatim telah berkata, telah menceritakan kepadaku, telah bercerita Muhammad bin Basyar , bercerita Yazid bin Harun, berceirta Misy’ar, dari Zaid A’ma, dari Abu Al Shidiq Al Naji, Ia mengatakan bahwa Nabi Sulaiman Alaihissalam keluar (dari istana) untuk meminta hujan.

Tiba-tiba dia menjumpai seekor semut. Semut ini berbaring dengan punggungnya terlentang. Semua kakinya diangkat menghadap langit. Semut itu berdoa:

Ya Allah, Sesungguhnya kami adalah salah satu dari makhluk-Mu. Kami sangat memerlukan (guyuran) air hujan. Jika kau tidak mengguyur kami dengan air hujan Mu, Engkau akan membuat kami binasa.

Nabi Sulaiman berkata ‘Pulanglah. Sudah ada makhluk lain selain kalian berdoa minta hujan” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’an Al Adzim, juz 6 Halaman 184)

 

Dari kisah ini kita bisa mengambil sebuah pelajaran. Di mana ada pengaruh tasbih dan doa dari makhluk Allah yang lainya untuk alam semesta.

Dijelaskan dalam Tarikh Madinah dimsyiq terdapat beragam riwayat dengan redaksi yang berbeda-beda. Misalnya, Nabi Sulaiman dalam riwayat Ghalib bin Abdullah dari Al-Suddi,  Sulaiman berkata:

.إرجعوا فقد استُجِيب لكم بدعاء غيركم

“Kembalilah. Sungguh telah dikabulkan untuk kalian doa minta hujan yang dipanjatkan oleh selain kalian (semut)”  (Imam Ibnu asakir Tarikh Madinah dimsyiq. Juz 22 halaman 288)

 

 

Kisah nabi Sulaiman dan  malaikat maut

kisah sulaiman dan malaikat maut

 

Ada sebuah kisah yang unik dan menarik dalam sejarah hidup Nabi Sulaiman. Kisah ini biasa dikenal dengan kisah Nabi Sulaiman dan malaikat maut.

Dikisahkan dalam kitab Al Majalisus Saniyyah, sebuah karya dari Syekh Ahmad bin syekh Hijazi Al Fasyni. Dikisahkan bahwa seorang laki-laki berusaha menghindar dari kematian.

Alkisah, malaikat maut malaikat Izrail Alaihissalam menghadap Nabi Sulaiman. Tiba-tiba Izrail melihat seseorang dengan pandangan tajam. Seseorang yang sedang duduk bersama Sulaiman.

Namun beberapa saat kemudian, Izroil pergi. Lantas laki-laki itu bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Wahai nabi Allah, siapakah laki-laki itu? Nabi Sulaiman menjawab dia adalah malaikat maut”

Kemudian laki-laki itu berkata “Aku tadi melihat dia selalu melihatku dengan pandangan tajam . Aku sangat takut, jangan-jangan dia hendak menarik nyawaku. Tolong bantu aku, selamatkan aku dari cengkeramannya”.

Sulaiman berkata “Lantas bagaimana aku bisa membantumu, menyelamatkan dari malaikat maut”

“Anda kan Seorang nabi, yang bisa mengendalikan angin. Suruh saja angin agar  bisa membawaku ke negeri India. Dengan begitu, siapa tau, dia akan kehilangan jejakku dan tidak akan mengikutiku untuk mencabut nyawaku” jawab laki-laki itu.

Selanjutnya Sulaiman memerintahkan angin untuk mengantarkan laki-laki ini ke negeri India. Maka dalam waktu sekejap saja, angin melaksanakan perintah Sulaiman dengan cepat.

Dalam waktu singkat, laki laki ini sudah sampai di negeri India.  Serta merta dia ketemu malaikat maut dan malaikat maut mencabut nyawa orang ini di sana.

Baca juga Kisah nabi Musa di bukit Tursina

 

Beberapa saat kemudian, malaikat maut datang menghadap Nabi Sulaiman.

Sulaiman bertanya kepada malaikat maut “Kenapa engkau tadi melihat laki-laki yang duduk di sini dengan pandangan tajam.

Dengan mantap malaikat maut menjawab “Aku heran, mengapa Allah menyuruh aku mencabut nyawa orang ini di India. Padahal dia sekarang sedang ada di sini. Jarak antara India dengan negeri ini sangat jauh sekali. Butuh waktu lebih dari 1 bulan. Walau begitu, aku tetap pergi ke India untuk melaksanakan perintah Allah mencabut nyawanya. Ternyata, orang ini datang ke India diantar oleh angin. Maka aku segera melaksanakan perintah Allah untuk mencabut nyawanya sesuai dengan takdir yang ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala”.

Dari kisah ini kita bisa banyak belajar. Sesungguhnya kematian adalah sesuatu yang pasti. Mati tidak bisa maju atau mundur apalagi di tolak. Tidak bisa sama sekali.

Yang perlu kita pahami adalah, mati itu suaatu yang pasti. Tugas kita bukan lari dari kematian tetapi mempersiapkan bekal terbaik untuk menjemput kematian.

Hikmah kisah nabi Sulaiman

Alhamdulillah, selesai juga nulis kisah Sulaiman yang penuh tantangan, godaan dan perjuangan.

Ternyata, kisah nabi Sulaiman yang sudah kita bahas di atas banyak membawa manfaat.

Ada banyak hikmah yang bisa kita petik. Berikut beberapa manfaat dan hikmah yang bisa kita petik dari kisah nabi Sulaiman:

Bersatunya Iman ilmu taqwa

Iman ilmu dan taqwa tidak bisa di pisahkan tetapi saling terkait. Iman adalah anugerah terbesar yang Allah karuniakan untuk seorang muslim.

Tanpa iman, apa arti harta tahta dan kedudukan? Semua tidak ada artinya dan sia sia di hadapan Allah.

Ilmu adalah bekal abadi seseoang bisa sukses di dunia hingga ahirat. Berapa banyak orang yang sukses dunia karena mereka memegang ilmu dunia. Berapa banyak orang yang sukses dunia ahirat karena mereka berpegang teguh dengan  ilmu  dunia dan ilmu agama.

Berbekal ilmu, hidup di dunia terasa indah dan mudah. Dengan ilmu agama, hidup kita jadi terarah dan punya pedoman hidup.

Takwa adalah kata kunci di cintai Allah dan rasulullah. dengan bekal taqwa, Allah akan mengabulkan semua hajat da doa kita.

Takwa bukan lipstik belaka tapi takwa adalah tindakan dan perbuatan. Seoragn Sulaiman oleh Allah di maruniai ketiga bekal ini; iman, ilmu dan takwa.

Betapa ini adalah inspirasi bagi kita agar semangat antusias menjaga iman dan taqwa  di sertai terus berusaha mencari ilmu.

Dunia hanya sementara

Nabi Sulaiman adalah figur nabi yang kaya raya. Bukan hanya kaya raya tapi Sulaiman oleh Allah di karuniai kelebihan dan mukjizat bisa membangun komunikasi dengan hewan dan jin.

Dengan kekuatan, kekuasaan yang di milikinya, Sulaiman berdakwah. Dakwah bukan hanya dengan kata atau tulisan saja tapi dakwah  bisa dengan kekuasaan dan kekuatan.

Bahkan, dakwah dengan kekuatan dan kekuasaan ini jauh lebih dahsyat efeknya. Untuk mencegah prostitusi, seorang dai’ berdakwah dan mengajak mansyarakat untuk menjauhi temapt maksiat dan prostitusi. Tapi seorang pemimpin, nggak perlu banyak bicara, dia bisa menutup temapt maksiat seketika. Dia bisa mencabut ijin  tempat maksiat tanpa perlu demo. Dia bisa pake tanda tangannya untuk melakukan semuanya. Sesimpel itu.

Raja Sulaimana melakukannya. bukan hanya tempat maksiat  tapi sebuah kerajaan dia tundukkan dengan kekuasannya.

Betapa ratu Balqis, raja kerajaan Saba tunduk dan menyerah kepada Sulaiman dan beriman kepada Allah. Dahsyatnya dakwah dengan jabatan.

 

Harta bukan untuk dibanggakan

Nabi Sulaiman adalah contoh nyata, betapa kekuasaan adalah alat dakwah yang paling efektif. Sulaiman tidak lalai dan terlela dengan jabatan,  kekuasaan dan kekayaan.

Dia tetap menjadi seorang raja dan nabi yang bijaksana walau dia Allah karunia kekuasaan, mukjizat dan kekuatan.

 

Demikian yang bisa penulis haturkan  dalam kajian Sulaiman dan perjuangannya ini. Semoga tulisan sederhana ini bisa membawa manfaat yang bisa pembaca petik.

 

Di tulis oleh:

Abidaril Hasan

Santri PP. Raudlatut Thalabah, Setail Banyuwangi

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*