Bacaan Doa Sebelum Belajar, Arab, Latin dan Terjemahnya yang Perlu Kita Pahami

doa sebelum belajar

Bacaan Doa Belajar, Arab, Latin dan Terjemahnya yang Perlu Kita Pahami

Belajar adalah salah satu keutaman manusia. Dimana hanya makluk Allah yang bernama manusia saja yang sama Allah diberi karunia dan nikmat bisa belajar.

Dalam arti, manusia satu satunya makhluk Allah yang diberi anugerah berupa kecerdasan, kepintaran dan kemampuan berfikir yang luarbiasa.

Untuk apa Allah menciptakan manusia dengan kelebihan berupa kemampuan belajar yang sungguh dahsyat ini?

Jawabnya karena manusia adalah makhluk Allah yang Allah percaya untuk mengelola dan memakmurkan bumi dan segala isinya. Untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.

Allah berfirman dalam Al Quran:

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.” (QS. Faathir [35]: 39)

doa sebelum belajar

gambar: Republika

Hukum menuntut atau mencari Ilmu

Hukum menuntut dan mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan. kwajiban menuntut ilmu ini terutama ilmu agama, dimana mempelajari ilmu agama adalah keniscayaan dan kwajiban setiap muslim yang hidup di dunia ini.

Bagaimana tidak wajib menuntut ilmu agama, sedangkan setiap hari kita oleh Allah diwajibkan beribadah sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, zakat pada hari raya idul fitri.

Bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah itu  tanpa bekal dan pemahaman ilmu agama yang cukup baik? Jawabnya tidak bisa.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan.” (H.R. Al-Baihaqi)

Dalam urusan mencari dan menuntut ilmu, ada kesetaraan dan kesamaan kwajiban antara muslim laki laki dan muslimah.

Menuntut ilmu sangat dianjurkan oleh Allah subhanahu wata’alaa kepada hambaNya. Ada  rangkaian dan urutan mencari ilmu yang bisa kita ambil.

Nabi memberi isyarat tentang rangkaian mencari ilmu ini dalam salah satu hadist beliau:

“Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Al-Baihaqi). 

doa sebelum belajar

Jadi dalam setiap posisi dan keadaan kita selalu bisa berperan dan ambil bagian. Peran yang paling utama adalah ahli ilmu, pemilik ilmu atau orang ‘alim.

Ketika kita di karuniai ilmu maka kita harus berusaha menyampaikannya kepada orang lain dengan cara yang santun dan sabar, tidak menggurui dan merendahkan orang lain.

Apabila kita masih bodoh, belum bisa banyak hal. Kita perlu banyak belajar kepapa guru, ustad dan orang ‘alim.

Kita perlu merendahkan hati untuk mau belajar dan sungguh sungguh dalam belajar. karena musuh utama orang bodoh bukanlah  malas tetapi rasa tinggi hati dan sombong.

Para ahli hikmat menuturkan bawha ilmu itu ibarat air, ia hanya akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dari posisinya.

Begitu juga ilmu, ia hanya akan masuk ke dalam hati dan jiwa orang yang mau rendah hati dan tawadlu’.

Ilmu adalah musuh bagi orang yang punya sifat sombong. Ilmu akan enggan meresap dalam hati dan jiwa orang yang tinggi dan hati dan merasa hebat.

Mengapa harus berdoa sebelum belajar?

Sebuah pertanyaan kritis yang menarik, mengapa harus berdoa sebelum belajar? Iya, sebagai seorang muslim, kita perlu berdoa sebelum belajar.

Mengapa harus berdoa sebelum belajar? Karena kita akan menerima anugerah yang sangat besar berupa nikmat ilmu ini, maka kita perlu bayak bersyukur kepada Allah sang pemberi ilmu.

Kita juga perlu memohon diberi ilmu yang bermanfaat dan barolah. bukan ilmu yang berbahaya dan menyesatkan.

doa sebelum belajar

gambar: pesantren online

Betapa banyak orang yang berilmu dan memiliki banyak pengetahuan  tapi ilmu mereka tidak bermahfaat kecuali untuk diri mereka sendiri.

Ilmu mereka hanya untuk urusan dunia saja, tidak lebih. Ilmu mereka hanya dipakai untuk memperbanyak harta dan memperoleh jabatan dunia saja.

Manfaat doa sebelum belajar

Manusia adalah makhluk yang unik dan menarik. Dia akan banyak mengejar sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Sebaliknya, dia akan menhindari sesuatu yang menyakitkan dan membahayakan dirinya.

Sebelum masuk ke dalam belantara ilmu pengetahuan yang maha luas. Baik ilmu agama ataupun ilmu umum. Dimana kedua macam ilmu ini adalah ilmunya Allah Subhanahu Wata’alaa. Kita perlu tahu dan memahami manfaat dan hikmah belajar.

Apa sih manfaat yang akan kita peroleh kalau aku mempunyai ilmu dan pengetahuan?

Nah, mengetahui manfaat memiliki ilmu dan pengetahuan akan menjadikan kita orang yang yakin dengan apa yang akan kita lakukan. Kita tidak akan melakukannya setengah setengah tapi akan mengerjakannya penuh semangat totalitas yang tinggi.

Berikut ini manfaat belajar:

Di mudahkan oleh Allah jalan menuju surga

Perlu kita ketahui bersama, bahwa tidak ada sesuatu yang mudah di dunia ini apalagi di ahirat kelak. semua harus di tebus dan beli dengan perjuangan dan pengorbanan. Allah menyediakan surga di ahirat kelak bagi hambaNya yang beriman dan beramal soleh, ikhlas karenaNya.

Untuk memperoleh surga tentu tidaklah mudah. Ada banyak jalan, rintangan dan halangan yang harus kita lewati. Kabar baikya salah satu jalan singkat dan mudah untuk memperoleh surrgaNya Allah adalah dengan rajin menuntut Ilmu dengan sungguh sungguh.

Menuntut dan mencari ilmu bukan semata untuk urusan dunia, menumpuk harta benda dan memperoleh jabatan sementara tapi ikhlas karena Allah semata.

Adapun seumpama nanti karena berbekal ilmu ini, sama Allah kita di beri amanah pekerjaan yang layak dan enak, jabatan yang tinggi dan bergengsi, Al hamdulillah, itu bonus dari Allah tapi itu semua bukan niat dan tujuan kita dalam menuntut ilmu.

Di riwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah Radliyallahu Anhu bahwa Nabi Muhammad Sallalhu Alaihi Wasallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Jadi, jalan paling mudah menuju surga adalah belajar rajin, belajar dengan sungguh sungguh. Bagaimana kita tidak senang dan bahagia, di satu sisi, kita dapat anugerah ilmu. Di sisi yang lain, kita akan mendapat kemudahan dari Allah jalan menuju surga.

BACA JUGA :   Doa Sholat Tahajut yang Mustajab Untuk Meraih Impian serta Cita Cita Dengan Mudah dan Cepat 

Di mudahkan dalam belajar

Salah satu faedah dan manfaat berdoa sebelum belajar adalah di mudahkan oleh Allah dalam belajar. Padahal, bagi kebanyakan orang, mencari ilmu itu sesuatu yang berat dan sulit.

Dengan berdoa sebelum belajar kita sama Alah akan diberi kemudahan dalam proses belajar mengajar. Mudah memahami materi ilmu yang disampaikan oleh guru dan ustadz.

Di beri pahala yang besar

Sebagaimana bekerja yang membutuhkan banyak energi, tenaga dan pengorbanan, belajar juga membutuhkan usaha, kesungguhan, tenaga dan pegorbanan yang tidak sedikit. Karena begitu besar usaha dan pengorbanan kita dalam rangka sungguh sungguh memperoleh ilmu maka Allah akan memberi kita pahala dan balasan yang besar, baik di dunia ataupun di ahkirat kelak.

Balasan di dunia bisa berupa kemudahan mendapat pekerjaan, diberi pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan keahlian. Dan yang tak kalah penting, yaitu pahala di ahirat berupa kemudahan jalan menuju surga. Di beri pahala yang besar, derajat yang tinggi disisi Allah. Allah menjanjikan derajat yang tinggi bagi hambanya yang beriman dan berilmu. Allah berfirman dalam Al Quran:

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah 11)

Imam Ahmad al-Musthafa al-Maraghi pengarang tafsir Al Maraghi mengatakan bahwa makna ayat diatas adalah bahwa Allah akan mengangkat dan meninggikan orang yang berilmu dengan imannya kepada Allah Subhanahu Wata’alaa dengan beberapa derajat (tingkatan). Atau meninggikan derajat orang berilmu yang beriman dengan beberapa karomah dan kemulyaan yang tinggi.

Imam Al Baghawi menjelaskan bahwa orang orang yang berilmu memiliki posisi dan level diatas orang orang yang tidak punya ilmu beberapa derajat.

 

Bacaan doa sebelum belajar

Berikut ini bebrapa lafadz bacaan doa sebelum belajar yang bisa kita pelajari dan kita amalkan dalam kehidupan sehari hari sebelum aktifitas belajar.

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodlittu billahirobba, wabi islamidina, wabimuhammadin nabiyyaw warasulla ,robbi zidnii ilmaa warzuqnii fahmaa.
Artinya “Kami ridho Allah Swt sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian dan kefahaman yang baik”

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Robbi zidnii ‘ilman warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-shoolihiin
Artinya “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi kepahaman. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholeh”

belajar-kelompok
gambar: Lancar matematika

Doa Sebelum Belajar Mengaji Ilmu Agama

Berikut penulis sajikan doa sebelum belajar:

اَللّٰهُمَّ اخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَاَكْرِمْنَا بِنُوْرِالْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَتِكَوَسَهِّلْ لَنَآ اَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Alloohumma akhrijnaa min dzulumaatilwahmi wa akrimnaa binuuril fahmi waftah’alainaa bima’rifatika wasahhil lanaa abwaaba fadl-lika ya arhamar roohimiin

Artinya“Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan prasangka muliakanlah kami dengan cahaya kepahaman, bukakanlah pengertian ilmu pada kami dan bukakanlah untuk kami pintu-pintu anugerah-Mu, wahai Dzat yang paling penyayang.”

Keutamaan Adab dalam Belajar

Kita terkadang asyik dalam lautan ilmu yang tidak bertepi tapi kita sering lupa satu hal yang sangat penting yaitu mempelajari adab.
Belajar ilmu itu penting tetapi belajar adab jauh lebih penting dari segalanya.
 Terkait dengan keutamaan adab, inilah beberapa pendapat Ulama’ tentang adab:

Imam Yusuf bin Al Husain berkata:

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Imam Ibnu Al Mubarok berkata:

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab ini selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Jadi mempelajari adab jauh lebih lama dari belajar ilmu

Ibnu Sirin mengatakatan bahwa:

كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم

“Mereka “para ulama” dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka mempelajari suatu ilmu.”

Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnu Al Mubarok:

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث

“Kami lebih butuh banyak dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau para ulama’ salafus sholih yang hidup dengan cahaya ilmu dan adab.  Tentu di zaman kita sekarang ini, adab dan akhlak seharusnya lebih sungguh sungguh dan serius dipelajari.

Dalam kitab Siyar A’lamin Nubala’ karya Imam Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata:

ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه

“Kami tidak mengambil dari Imam Malik  lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –

Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman . Beliau seorang fakih di kota Madinah di masanya. Ibuku berkata:

تعلم من أدبه قبل علمه

“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.

Imam Abu Hanifah berkata:

الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)

Di antara banyak perkara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata:

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat”  Berkata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Yang kita lihat dan kita saksikan di tengah-tengah kita, malah sebaliknya yaitu “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”.

Semoga Allah menjaga kita dari suul adab atau adab yang buruk kepada guru dan ahli ilmu. Sehingga ahirnya kita oleh Allah di anugerahi ilmu yang bermanfaat di dunia hingga ahirat.

asuransi syariah, life insurance, car insurance, student insurance